Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com|
Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Cibinong. Kegiatan ini mengusung tema “Kebangkitan Kota dan Bangsa Dimulai dari Masjid.”
Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dihadiri oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi, unsur Forkopimda, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang semakin menambah suasana religius dan khidmat, sekaligus mengingatkan jamaah akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
- BACA JUGA : Kapolda Kalteng Ajak Masyarakat Cegah Karhutla Sejak Dini
- BACA JUGA : Satlantas Polresta Palangka Raya Sisir Kawasan Bandara, 11 Kendaraan Diamankan
- BACA JUGA : Mutasi Besar-besaran Awal 2026: Kapolri Rotasi Pejabat Utama Mabes hingga Sejumlah Kapolda dan Wakapolda
Dalam sambutannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum spiritual untuk memperkuat keimanan dan meneladani perjalanan Rasulullah SAW, khususnya dalam menjaga shalat dan membangun akhlakul karimah. Ia berharap masjid terus berperan sebagai pusat pembinaan umat, persatuan, dan kebangkitan moral masyarakat.
Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., yang mengajak umat Islam untuk memaknai Isra Mi’raj sebagai fondasi penguatan iman, pemakmuran masjid, serta pembangunan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, kebangkitan umat dan bangsa harus dimulai dari kekuatan spiritual dan persatuan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Kabupaten Bogor serta seluruh umat Islam.
Kehadiran Diskominfo Kabupaten Bogor dalam kegiatan ini turut mendukung penyebarluasan informasi dan dakwah keislaman kepada masyarakat luas, sehingga pesan-pesan religius dapat tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan.
(RH)




