Nagan Raya, Aceh – Mitrapolri.com |
Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Aceh menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader MKGR Tahun 2025 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 MKGR.
Diklat Kader MKGR secara resmi dibuka oleh Ketua MKGR Provinsi Aceh, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Bupati Nagan Raya di Anjungan Pendopo Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Jumat (9/1/2025) malam.
Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyampaikan bahwa Kabupaten Nagan Raya merupakan daerah yang memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri.
Daerah ini lanjutnya tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga dikenal secara luas melalui keberadaan Masjid Giok, masjid pertama di dunia yang pembangunannya menggunakan batu giok yang lazim digunakan sebagai perhiasan.
“Masjid ini tidak hanya menjadi ikon keindahan, keimanan, dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Nagan Raya, tetapi juga kebanggaan Aceh, Indonesia, bahkan dunia,” ujar Bupati TRK.
Politisi Partai Golkar tersebut juga menambahkan bahwa Nagan Raya dianugerahi beragam potensi wisata religi dan wisata alam yang merefleksikan harmoni antara nilai spiritual, budaya, dan pembangunan daerah.
- BACA JUGA : Wan DP Resmi Ditahan Kejaksaan Negeri Jaksel Kasus Faktur Pajak Fiktif
- BACA JUGA : Peredaran Sabu di SP Padang Terbongkar, AP Menghembuskan Nafas di Rumah Sakit
- BACA JUGA : Beroperasi Tanpa Izin, Pemkab Nagan Raya Tutup PT MON JAMBE
“Tidak hanya itu, Kabupaten Nagan Raya juga menyimpan berbagai sejarah yang sangat melekat, khususnya dalam perjalanan Ormas MKGR di Provinsi Aceh. Oleh karena itu, sangat tepat apabila kegiatan strategis kaderisasi MKGR dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya,” jelasnya.
Memasuki usia ke-66 tahun, TRK menegaskan bahwa MKGR telah membuktikan eksistensinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang konsisten menjaga persatuan, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta mendukung pembangunan nasional dan daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks sehingga penguatan kaderisasi melalui pendidikan dan pelatihan menjadi sebuah keharusan sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan organisasi.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta diklat agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab. Jadikan diklat ini sebagai wahana pembelajaran, penguatan karakter, serta konsolidasi nilai-nilai perjuangan Ormas MKGR,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Diklat Kader MKGR, Diar Sudarlin Idris, menyampaikan bahwa Diklat Kader MKGR Tahun 2025 mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kader MKGR Berbasis Asta Cita dalam Semangat Gotong Royong.”
“Tema ini menegaskan bahwa kader MKGR harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta Diklat Kader MKGR berasal dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
“Adapun kabupaten/kota lainnya belum dapat mengirimkan peserta karena kondisi daerah yang saat ini masih belum sepenuhnya kondusif,” ungkapnya.
(T. Ridwan, S.H)




