Talaud, Sulut – Mitrapolri.com |
Peristiwa tragis menggemparkan warga Kelurahan Lirung Satu, Kecamatan Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud. Seorang pemuda berinisial RB (24) ditemukan meninggal dunia di depan rumahnya pada Rabu (14/1/2026) dini hari, diduga akibat nekat mengakhiri hidup dengan meminum racun.
Berdasarkan laporan dari Polsek Lirung, peristiwa bermula sekira pukul 01.00 WITA. Korban pulang ke rumah dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras dan sempat membuat keributan. Ayah korban, Albert Banua (49), sempat menegur perilaku putranya tersebut agar tenang.
Tak berselang lama setelah ditegur, korban kembali keluar rumah. Naas, sekitar pukul 02.00 WITA, sang ayah yang hendak mengecek keberadaan korban justru menemukannya sudah tergeletak di depan rumah dalam kondisi kejang-kejang.
- BACA JUGA : Pria di Desa Bambung Luka Parah Dianiaya Tetangga, Polsek Gemeh Amankan Tersangka
- BACA JUGA : Kejari Simalungun Laksanakan Penetapan Hakim atas Persetujuan Resrorative Justice Kasus Penadahan dan Menghadiahkan Laptop untuk Anak Tersangka
- BACA JUGA : Pimpinan MUI Palangka Raya Takziyah ke Rumah KH Imuh Lukman di Rakumpit
Di sekitar tubuh korban ditemukan banyak bekas muntahan. Ibu korban, Lince Dalesa (49), yang berada di lokasi menyebutkan bahwa muntahan tersebut mengeluarkan aroma menyengat yang diduga kuat berasal dari racun kelapa spontan. Meski sempat diangkat ke dalam rumah, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Riwayat Korban
Pihak keluarga membeberkan fakta memilukan bahwa aksi nekat ini bukanlah yang pertama kali. Korban diketahui sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya, dan kejadian kali ini merupakan aksi yang ketiga kalinya.
Kapolsek Lirung, IPTU George Peter Nender melaporkan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah cepat di lokasi kejadian (TKP), di antaranya, mendatangi dan mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi dan
memfasilitasi pembuatan berita acara penolakan otopsi.
“Korban oleh keluarga tidak dibawa ke puskesmas karena sudah meninggal dunia dan keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” katanya.
(Sofyan)




