Aceh Barat, Aceh – Mitrapolri.com |
PT. Marinda Utamakarya Subur mulai melakukan aktivitas pembangunan Jembatan Krueng Woyla yang berada di jalan lintas Meulaboh–Banda Aceh, tepatnya di Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.
Pada Sabtu, 10 Desember 2026, alat berat excavator terlihat mulai melakukan pembersihan lahan di sekitar lokasi proyek. Pekerjaan ini dilakukan untuk membangun jembatan baru yang akan menggantikan jembatan lama yang selama ini menjadi sarana penghubung utama arus transportasi masyarakat.
Pembangunan jembatan tersebut menelan biaya sebesar Rp119.861.678.400 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2027. Jembatan yang membentang di jalur lintas nasional Meulaboh–Banda Aceh ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas barang dan jasa serta meningkatkan konektivitas wilayah barat–selatan Aceh.
- BACA JUGA : Dari Masjid Tertua, Dirut PT Green Palma Hadir untuk Masyarakat Kampar Hulu
- BACA JUGA : Wan DP Resmi Ditahan Kejaksaan Negeri Jaksel Kasus Faktur Pajak Fiktif
- BACA JUGA : Wisatawan Berkunjung ke Aceh Hingga November 2025 Capai 18,3 Juta Orang
Masyarakat sekitar menyambut positif dimulainya pekerjaan konstruksi. Salah seorang warga Desa Peuribu yang lahannya telah menerima ganti rugi mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan baru ini karena akan memudahkan mobilitas penduduk serta memberi dampak ekonomi bagi warga setempat.
Sementara itu, Humas PT Marinda Utamakarya Subur, Hendra Pippo Saputra, menyampaikan harapannya agar proyek tersebut berjalan lancar.
“Kami berharap doa yang tulus dari masyarakat Aceh Barat–Selatan, khususnya warga Desa Peuribu, agar pengerjaan jembatan ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan standar mutu sesuai spesifikasi teknis,” harapnya.
Proyek pembangunan jembatan Krueng Woyla ini juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan serta memperkuat jalur distribusi ekonomi antar wilayah di Provinsi Aceh.
(Bukhari)




