NTT – Mitrapolri.com |
Di tengah proses pemulihan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui penanganan darurat dan pendistribusian bantuan. Perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang turut merasakan dampak bencana.
Suasana hangat terlihat saat Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, menyambangi anak-anak di SD Inpres Robo, Nusa Tenggara Timur. Jum, at 21/8/2026.
Di hadapan para siswa, Bayu mengajak anak-anak berinteraksi, bercanda, dan bermain bersama. Sejumlah anak yang semula tampak malu-malu pun perlahan mulai tersenyum dan ikut larut dalam suasana penuh keceriaan.
Momen sederhana tersebut menjadi warna tersendiri di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah gempa.
Bagi anak-anak, kehadiran orang-orang dewasa yang memberikan perhatian dan mengajak mereka bermain menjadi ruang untuk sejenak melupakan rasa khawatir akibat bencana yang mereka alami.
- BACA JUGA : 3.000 Mahasiswa dan Pelajar Hadiri Deklarasi Anti Narkoba di Bunderan Besar Palangka Raya Ditengah Isu Mencekam Karhutla
- BACA JUGA : Danrem 022/PT Sambut Kunjungan Kerja Tim Audit Itjen TNI Periode III TA 2026 di Makorem
- BACA JUGA : 2 Bocah di Sidikalang Diduga Disiksa Bibinya Sendiri, Polres Dairi Dalami Motif
Kombes Pol Bayu Suseno mengatakan, penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis, terutama anak-anak, tetap mendapatkan perhatian.
Keceriaan yang muncul dari wajah para siswa menjadi pengingat bahwa proses pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak.
Lebih dari itu, pemulihan juga berarti mengembalikan rasa aman, semangat belajar, dan harapan anak-anak untuk kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.
Melalui kehadiran personel di tengah masyarakat, Polri berupaya memastikan bahwa warga terdampak bencana tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa sulit.
Dari SD Inpres Robo, tawa anak-anak pun menjadi pesan sederhana bahwa di tengah situasi sulit sekalipun, harapan masih bisa tumbuh.
Dan bagi Polri, menghadirkan kembali satu senyum anak adalah bagian kecil dari upaya untuk ikut memulihkan Nusa Tenggara Timur.
(4n5)




