Dairi, Sumut – Mitrapolri.com |
Kisah pilu menyelimuti seorang bocah berinisial AGP (7) yang ditemukan oleh masyarakat dengan kondisi memprihatinkan di Jalan Merdeka tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.
AGP ditemukan dengan kondisi penuh luka pada bagian wajah hingga kaki, sehingga kejadian tersebut viral di media sosial.
Petugas Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak cepat menyelamatkan bocah pria tersebut bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi. Namun proses tersebut sempat terkendala usai seorang wanita berinisial RS (52) melarang petugas untuk membawa AGP.
Setelah memperkenalkan diri, RS kemudian memberikan izin dan AGP akhirnya dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat pertolongan medis.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan mengatakan, saat ini kondisi AGP sedang dalam penanganan tim medis di RSUD, sembari dipantau selama proses penyembuhannya.
- BACA JUGA : PAI Resmi Luncurkan Pendirian Posbakum
- BACA JUGA : Kapolres Seruyan Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Tanamkan Semangat Pengabdian dan Jati Diri Bhayangkara
- BACA JUGA : Polda Kalteng Peringati Hari Juang Polri 2026, Tegaskan Komitmen Pengabdian untuk Masyarakat
“Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil, ” ujarnya.
Berdasarkan hasil pendekatan secara intens, AGP menceritakan bahwa wanita RS tersebut merupakan ‘Mak tua’ (bibi) dari AGP, dan diduga kerap mendapat tindakan kekerasan fisik.
“RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya, ” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan visum, terdapat luka pada bagian bibir, luka lebam pada bagian tangan kiri serta terdapat luka yang sudah bernanah, dan kaki kanan juga terdapat luka yang sudah bernanah.
Dari keterangan AGP pula, diketahui bahwa sang adik berinisial AP (6) juga mengalami luka – luka yang disebabkan oleh RS. Sehingga, terdapat 2 korban dalam kasus tersebut.
Saat ini RS sudah dibawa ke Sat Reskrim Polres Dairi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara itu dua bocah tersebut sudah mendapat perawatan medis di RSUD Sidikalang.
“Terkait motif dan bagaimana kronologi kekerasan tersebut, sedang didalami oleh Unit PPA. Kita tunggu saja dulu ya, ” tutupnya.
(Ricardo)




