Mitra Polri
Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
No Result
View All Result
Mitra Polri
No Result
View All Result
  • Polri
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • Lintas Provinsi
  • Mitra Polri TV
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Provinsi Aceh
Tarmidinsyah Abubakar

Tarmidinsyah Abubakar

Calon Dirut Bank Aceh Dari Luar Masyarakat Aceh, Setujukah Wakil Rakyat Aceh?

by mitrapolri.com
31 Januari 2023 | 00:36 WIB
in Aceh

ACEH – MITRAPOLRI.COM

Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (Good Fathers)

Calon Dirut Bank Aceh berasal dari warga masyarakat diluar Aceh menjadi polemik yang tajam selama ini dalam bahasan para tokoh di Aceh.

Sayangnya para pimpinan partai politik di Aceh seperti tidak ambil peduli dengan polemik tersebut, bahkan mereka menganggap tidak penting tentang sikapnya yang sangat dibutuhkan rakyat.

ADVERTISEMENT

Beredar dalih dari organisasi seperti DPD Apindo Aceh bahwa selama ini bank Aceh dengan Dirut dari masyarakat Aceh sendiri tidak nemberikan kredit untuk mereka. Kemudian ada opini juga yang menyebut bank Aceh sebagai bank keluarga.

Sebenarnya dalih ini kurang beralasan, karena apa?

Tentu saja jika organisasi Apindo tidak diberikan kredit oleh bank tersebut maka ada persiapan data yang diajukan. Misalnya ada pengusaha yang ditolak proses kreditnya maka mereka juga harus membetitahukan kepada masyarakat dengan data yang sesungguhnya tidak perlu berbicara dengan statement omong kosong (talk Nonsense).

Demikian juga jika ada pengusaha yang dirugikan silakan disampaikan kepada publik, melalui media apa saja yang penting substansinya terpenuhi dan sampaikan ke masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ada indikasi banyak para pengusaha sendiri yang tidak memenuhi syarat dalam memperoleh kredit di bank Aceh yang bekerja secara profesional. Coba di pantau apakah sedikit kredit bagi pengusaha dan politisi yang akhirnya menunggak dan tidak mampu mereka tutup uang bank dimaksud.

Lalu, kenapa pada rekruitment pertama calon Dirut Aceh pada tidak memenuhi standar yang diharapkan oleh pelaku seleksi calon Dirut bank Aceh? Soal ini kita tidak pernah tahu, karena mekanisme kelulusan mereka para calon tersebut juga tidak terbuka kepada publik.

Hal ini menjadi suatu tanda tanya, seperti ada peluang rekayasa yang kemudian oleh PJ. Gubernur digunakan untuk menentukan teman sekolahnya yang berasal dari luar masyarakat Aceh sebagai Dirut Bank Aceh yang diyakini memiliki kemampuan melebihi masyarakat Aceh tersebut.

Beberapa rilis media yang dipublis tentang perkembangan perekonomian Aceh yang lemah hanya berkisar diangka 2,66 persen adalah rilis yang sengaja di publis untuk meyakinkan publik bahwa peran bank Aceh dalam perekonomiannya Aceh yang sama sekali berarti.

Padahal menurut saya, perkembangan ekonomi Aceh adalah tugas pemerintah dalam menggunakan uang APBA dan APBK sebagaimana idealnya menempatkan pada skala prioritas untuk menumbuhkan semangat kreatifitas dan produktifitas masyarakat dalam mengembangkan usahanya.

Lalu pertanyaannya, sudahkah dana APBA dan APBK digunakan sebagaimana idealnya untuk mengangkat perekonomian masyarakat?

Menurut saya APBA dan APBK Aceh lebih tertuju pada sasaran semangat bantuan sporadis pada sasaran bantuan masyarakat dalam konstituen pemilih wakil rakyat dan calon pemilih wakil rakyat serta pemilih kepala daerah yang akan datang.

ADVERTISEMENT

Berikutnya kepada siapa bantuan sasaran sebahagian besar uang negara tersebut?

Tidak lain adalah kepada para kader partai yang dipasung untuk mesin uang oleh para anggota DPRA dan DPRK kita diseluruh Aceh dan ditambah APBN untuk Aceh yang juga sekalian untuk membuat pagar dan ikatan pemilih DPR dan Kepala Daerah di masa akan datang.

Berikutnya, apa yang sesungguhnya kita sebagai masyarakat Aceh terhadap kondisi ekonomi Aceh menjadi provinsi termiskin di Aceh?

Jawabannya adalah Social Thinking (Pemikiran Sosial) dan Managemen Pemerintah dalam pembangunan, Political Will serta peran dan fungsi pejabat pemerintah yang dipilih rakyat dengan berbagai jabatan dan gaji oleh uang negara.

Pertanyaannya, adakah semua yang diharapkan kepada elemen tersebut mempengaruhi rakyat dan mendidik rakyat dalam pengembangan indeks sumber daya manusia Aceh yang lebih baik dengan kemampuan mereka dalam pembangunan ekonomi masyarakat Aceh.

  • BACA JUGA : Kopi Hitam Aceh Mengelar Acara Silaturrahmi Akbar dengan Para Muhibbin
  • BACA JUGA : Kapolres Sidrap Keluarkan Himbauan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas, Ini Poinnya
  • BACA JUGA : Mukerda VIII DPD Wahdah Islamiyah Soppeng dihadiri Kapolres

Jika penggunaan uang hanya berkisar untuk bantuan sporadis kader partai masih berjalan sebagaimana selama ini maka harapan pembangunan ekonomi rakyat Aceh tidak perlu dibicarakan, karena semua uang negara yang beredar adalah hanya sebatas bantuan kepada sebahagian orang yang tidak mungkin menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat. Maka konsep dana aspirasi dewan adalah konsep pemiskinan rakyat Aceh secara masif.

Apalagi uang aspirasi tersebut mencapai angka yang signifikan dalam anggaran Aceh belanja rakyat Aceh dan jika sebagaimana biasa dominannya uang tersebut maka terminologinya yang paling sesuai adalah uang untuk menetapkan status quo dalam jabatan pemerintah, yakni uang rakyat untuk kontrak lima tahunan para wakil rakyat.

Lalu sejauhmana peran dan fungsi bank Aceh dalam membangun perekonomian rakyat Aceh?

Jawabannya tentu saja dalam kapasitas yang kecil karena pendidikan jiwa kewirausahaan rakyat sangat minim bahkan hampir tidak ada sama sekali karena batuan sporadis kepada masyarakat sasaran lebih diprioritaskan untuk bantuan pemenuhan kebutuhan mendasarnya seperti kebutuhan rumah tangganya.

Sementara lebih setengah dana bantuan sporadis tersebut akan jatuh ketangan para pejabat tersebut sebagaimana beaya siswa yang dipotong hingga 50 persen pada penerimanya.

Lantas, apakah dengan sistem pendidikan rakyat seperti itu oleh pejabatnya, maka timbul pertanyaan. Apakah rakyat Aceh sebagai pengguna Bank Aceh secara dominan sehingga kita boleh tersangkakan Bank Aceh sebagai tangan yang membangkrutkan ekonomi masyarakat Aceh.

Anehnya Bank Aceh justru menjadi bank terbaik dalam level bank daerah bahkan bank BPD provinsi lain berguru ke Bank Aceh.

Lalu, jika harus mengambil orang luar Aceh untuk mengelola bank Aceh, maka tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa kebijakan itu sebagai tamparan bagi masyarakat Aceh.

Sekarang untuk memudahkan kita ingin melihat bagaimana sikap para legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRA, terhadap bank Aceh dimaksud untuk pembangunan otonomi khusus dan mengawal marwah dan harga diri rakyat Aceh.

Kita perlu mendengar suara mereka, dan yang perlu dipahami oleh rakyat Aceh bahwa para penulis dan juru tinta akan kita saksikan peran mereka untuk kecerdasannya dalam meminta tanggapan dan sikap mereka terhadap bank Aceh yang sedang disandera di altar penghakiman.

Untuk menjaga nama baik PJ. Gubernur Aceh menurut hemat saya butuh kebijakan baru untuk membuka kembali rekruitmen calon Dirut Bank Aceh dimaksud, karena tidak baik perencanaan yang terekayasa dilanjutkan.

Kita patut memberi apresiasi kepada wartawan yang melakukan wawancara atau menanyakan sikap pejabat yang kita pilih, dan kita ingin melihat bagaimana peran pejabat kita dalam mengawal kepentingan rakyat dan menjaga nama baik rakyat Aceh dalam kepemimpinan bank.

Karena selama ini terpantau juga bahwa aktivitas mereka dalam kebijakan yang termasuk dalam kebijakan pembenaman rakyat Aceh dalam kecenderungan pada keterpurukan sosial. Karena itu maka jangan heran rakyat Aceh menjadi miskin dan tidak dihargai oleh masyarakat lain dalam berbagai bidang.

Salam

Penulis adalah pemimpin politik dan bukan pemimpin partai politik berdomisili di Aceh

(ABDUL RAZAK)

Share14SendShare

Berita Terkait

Kapolres Nagan Raya,Rabu(29/06), melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pengawasan terhadap pelayanan publik di lingkungan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nagan Raya, Rabu (29/7/2026).
Aceh

Wujudkan Pelayanan Publik Prima Melalui Program Commander Wish Kapolda Aceh, Kapolres Nagan Raya Tinjau Pelayanan Samsat dan Satpas

29 Juli 2026 | 14:04 WIB

Nagan Raya, Aceh - Mitrapolri.com | Dalam rangka mendukung implementasi Program Commander Wish Kapolda Aceh terkait Akselerasi Pelayanan Publik yang...

Read more
Ketua Kelompok Pedagang Asongan Pelabuhan Ulee Lheue, Heri, bersama perwakilan rekan seprofesinya berkunjung ke kantor Baitulmal Aceh untuk menyampaikan harapan demi meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka.
Aceh

Ketua Kelompok Pedagang Asongan Pelabuhan Ulee Lheue Kunjungi Baitulmal Aceh

29 Juli 2026 | 00:02 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com| Semangat warga kecil yang berjuang mencari rezeki mendapat sambutan hangat dari pimpinan Baitulmal Aceh. Ketua...

Read more
kepala dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, Spd melakukan gebrakan dengan melaksanakan gotong royong bersama seluruh staf di dinas tersebut.
Aceh

Gebrakan Minggu Pertama Menjabat Kadis DLHK Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd Benahi Taman Kota

28 Juli 2026 | 22:44 WIB

Nagan Raya, Aceh - Mitrapolri.com | Seminggu pasca dilantik sebagai kepala dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Nagan Raya,...

Read more
Teuku Abdul Hannan (Pemerhati Pengadaan Barang/Jasa)
Aceh

Reza Syahputra selaku PPK Imigrasi Lhokseumawe, atas Dasar Hukum Apa Menandatangani Kontrak PT Gading Multi Koalisi?

27 Juli 2026 | 07:54 WIB

oleh : Teuku Abdul Hannan (Pemerhati Pengadaan Barang/Jasa) DARI HPS RP1,3 MILIAR MENUJU PROSES PENETAPAN PEMENANG Dalam opini sebelumnya yang...

Read more

Berita Terkini

Aceh

Wujudkan Pelayanan Publik Prima Melalui Program Commander Wish Kapolda Aceh, Kapolres Nagan Raya Tinjau Pelayanan Samsat dan Satpas

29 Juli 2026 | 14:04 WIB
Jawa Tengah

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 | 13:58 WIB
Kalimantan Tengah

Polsek Pahandut Identifikasi Kebakaran Rumah, Warung dan 8 Kamar Kos di Jalan R.A. Kartini

29 Juli 2026 | 13:50 WIB
Kalimantan Tengah

Diduga Edarkan Sabu, Pria 44 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polresta Palangka Raya dengan Barang Bukti 39,73 Gram

29 Juli 2026 | 13:48 WIB
Kalimantan Tengah

Jaga Kedisiplinan Internal, Sipropam Polresta Palangka Raya Cek Absensi saat Apel Satfung 

29 Juli 2026 | 13:45 WIB
Kalimantan Tengah

Satresnarkoba Polres Kotim Ringkus Bandar Narkoba Simpan Sabu di Dalam Rumah Barbuk 201,25 Gram

29 Juli 2026 | 13:37 WIB
Aceh

Ketua Kelompok Pedagang Asongan Pelabuhan Ulee Lheue Kunjungi Baitulmal Aceh

29 Juli 2026 | 00:02 WIB
Kalimantan Tengah

Polda Kalteng Berikan Trauma Healing bagi Personel Satgas Aman Nusa II

28 Juli 2026 | 23:54 WIB
Kalimantan Tengah

Polda Kalteng Ajak Masyarakat Doa Bersama Memohon Turunnya Hujan

28 Juli 2026 | 23:38 WIB
Kalimantan Tengah

Sambut Kunjungan Kapolda, Polsek Sabangau Pastikan Pengecekan Posko Karhutla Berjalan Aman

28 Juli 2026 | 23:29 WIB
Kalimantan Tengah

Wakapolres Seruyan Pimpin Warta Award TW II 2026, Apresiasi Peran Media

28 Juli 2026 | 23:07 WIB
Aceh

Gebrakan Minggu Pertama Menjabat Kadis DLHK Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd Benahi Taman Kota

28 Juli 2026 | 22:44 WIB
  • About Us
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini

No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini