Sabang, Aceh – Mitrapolri.com |
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam menekankan pentingnya bekerja dengan ikhlas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 24 pejabat administrator, pengawas, dan Kepala UPTD Puskesmas dilingkungan Pemerintah Kota Sabang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang mengatakan, setiap aparatur yang diberikan amanah jabatan harus mengutamakan pengabdian kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, keikhlasan dalam bekerja merupakan kewajiban dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
“Siapa pun yang mendapatkan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Sabang, utamakan bekerja dengan tulus dan ikhlas kepada masyarakat dan kepada Pemerintah Kota Sabang,” kata Zulkifli di Aula Pulau Weh Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (5/6/26).
- BACA JUGA : Masyarakat Beutong Ateuh Kecewa, Hanya Satu Anggota DPRK Nagan Raya yang Mendukung Penolakan Izin Tambang
- BACA JUGA : KPK ke Aceh Hanya Sekedar Memberikan Ceramah, Bukannya Penindakan Laporan Masyarakat
- BACA JUGA : Luar Biasa! Wartawati Mitrapolri.com Aceh Wisuda S1 Hukum Predikat Cumlaude di USK
Selain itu, Wali Kota Sabang mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin di lingkungan kerja, baik bagi pejabat yang dilantik maupun seluruh aparatur sipil negara. Ia menilai kedisiplinan menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pelayanan dan pelaksanaan tugas di pemerintahan.
Lebih lanjut dikatakan, agar setiap aparatur harus menghargai waktu dan bekerja sesuai jadwal, terlebih Sabang sebagai daerah tujuan wisata dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat maupun tamu yang berkunjung.
“Kalau ingin menjadi daerah yang maju, utamakan disiplin. Satu jadwal saja molor, maka yang lain akan ikut molor,” katanya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta menjadi teladan dalam menerapkan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
(Bukhari)




