Mitra Polri
Kamis, Agustus 20, 2026
No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
No Result
View All Result
Mitra Polri
No Result
View All Result
  • Polri
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • Lintas Provinsi
  • Mitra Polri TV
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Provinsi Aceh
Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti realisasi pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan yang mencapai lebih dari Rp220 miliar.

Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti realisasi pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan yang mencapai lebih dari Rp220 miliar.

TTI Soroti Pola Pengadaan Rp220 Miliar, Temukan Sejumlah Red Flag pada Realisasi Belanja Pendidikan Aceh

by mitrapolri.com
4 Juli 2026 | 13:37 WIB
in Aceh

Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |

Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti realisasi pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan yang mencapai lebih dari Rp220 miliar. Berdasarkan hasil analisis data realisasi pengadaan tahun anggaran 2026, TTI menemukan sejumlah indikator risiko (red flag) yang patut menjadi perhatian aparat pengawas internal pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Koordinator Transparansi Tender Indonesia menyampaikan bahwa pola pengadaan yang teridentifikasi menunjukkan adanya konsentrasi penyedia, dominasi metode E-Purchasing, serta pengulangan paket dengan spesifikasi dan nilai yang relatif seragam di berbagai daerah.

“Temuan ini belum tentu merupakan pelanggaran hukum, namun cukup kuat untuk menjadi dasar audit kepatuhan, audit harga, dan pemeriksaan lapangan guna memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujar TTI.

ADVERTISEMENT

Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 361 paket pengadaan yang terealisasi, sebanyak 280 paket atau sekitar 77,6 persen dilaksanakan melalui mekanisme E-Purchasing dengan nilai mencapai Rp214,75 miliar. Sementara itu, paket yang melalui mekanisme tender hanya berjumlah empat paket dengan total nilai sekitar Rp2,92 miliar.

Menurut TTI, dominasi penggunaan E-Purchasing dalam nilai yang sangat besar perlu dievaluasi untuk memastikan seluruh pengadaan telah memenuhi prinsip persaingan usaha yang sehat dan memberikan nilai terbaik bagi negara.

Selain itu, TTI juga menemukan adanya konsentrasi perolehan paket pada sejumlah penyedia tertentu. Beberapa perusahaan memperoleh puluhan paket dengan akumulasi nilai kontrak mencapai belasan hingga puluhan miliar rupiah. Kondisi ini memerlukan penelusuran lebih lanjut terkait pola distribusi pekerjaan, kesesuaian kapasitas penyedia, serta kemungkinan adanya keterkaitan usaha antar perusahaan.

  • BACA JUGA : Satreskrim Polres Nagan Raya Temukan 2 Ton Diduga BBM Bio Solar Bersubsidi Tak Bertuan

  • BACA JUGA : Ketua LIN Aceh, Bukhari Luruskan Isu Bantuan Becak: Dukung Transparansi Kadiskop UKM

  • BACA JUGA : LIN: Jangan Kriminalisasi Kadis UKM, Kalau Ada yang Fiktif, Itu Ulah Mafia yang Main di Belakang

Temuan lain yang menjadi perhatian adalah munculnya paket-paket dengan nama pekerjaan, spesifikasi, dan nilai yang hampir identik di berbagai kabupaten/kota. Di antaranya pengadaan perangkat komputer untuk pembelajaran Artificial Intelligence (AI), Coding, laboratorium komputer, hingga alat praktikum MIPA yang berulang dengan nilai kontrak relatif sama dan dikerjakan oleh penyedia yang sama.

ADVERTISEMENT

“Pola paket yang berulang dengan nilai yang hampir identik perlu diuji apakah merupakan kebutuhan riil yang disusun berdasarkan perencanaan masing-masing satuan pendidikan atau terdapat pola pengadaan terpusat yang tidak tercermin dalam dokumen perencanaan,” kata TTI.

TTI juga menyoroti sejumlah paket meubelair dan perlengkapan sekolah bernilai miliaran rupiah yang tersebar di berbagai daerah. Pengadaan dengan nilai besar tersebut dinilai perlu diverifikasi melalui audit fisik untuk memastikan jumlah barang, kualitas, spesifikasi teknis, dan harga satuan yang dibayarkan telah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan hasil kajian awal, TTI mengidentifikasi sedikitnya enam indikator risiko utama, yaitu dominasi E-Purchasing, rendahnya porsi tender, konsentrasi penyedia, pengulangan paket identik, nilai pengadaan meubelair yang signifikan, serta pola pembagian paket berdasarkan wilayah dengan spesifikasi seragam.

Atas dasar temuan tersebut, TTI mendesak Inspektorat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit harga satuan, audit kepatuhan pengadaan, pemeriksaan hubungan afiliasi penyedia, serta audit fisik terhadap barang yang telah diterima oleh sekolah-sekolah penerima manfaat.

TTI juga meminta agar seluruh dokumen kontrak, spesifikasi teknis, berita acara serah terima pekerjaan, dan data penyedia dapat dibuka kepada publik sesuai prinsip transparansi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Pengadaan pendidikan harus benar-benar menghasilkan manfaat bagi siswa dan sekolah. Transparansi menjadi kunci untuk memastikan setiap rupiah anggaran publik digunakan secara tepat sasaran dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara”, tegas Nasruddin Bahar.

(Bukhari)

ADVERTISEMENT
Share3SendShare

Berita Terkait

Nasruddin Bahar
Koodinator Transparansi Tender Indonesia (TTI)
Aceh

TTI Sambut Positif Niat Kajati Aceh: Jaksa Jangan Main Proyek

20 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyambut positif sikap tegas Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Teuku Rahmadsyah,...

Read more
Nasruddin Bahar
Koodinator Transparansi Tender Indonesia (TTI)
Aceh

TTI Dukung Tidak Ada Lagi Istilah Paket “LINGKE” dan “BATOH”: Tender Harus Bersih dari Bayang-bayang Oknum APH

20 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Transparansi Tender Indonesia (TTI) berharap kepemimpinan baru di Polda Aceh dan Kejaksaan Tinggi Aceh...

Read more
Penyaluran bibit mangga dan durian tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala UPTD KPH Wilayah I Aceh, Kamaruzzaman, S.Hut., M.P., kepada masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar di halaman Kantor UPTD KPH Wilayah I Aceh, Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.
Aceh

UPTD KPH Wilayah I Aceh Salurkan 3.000 Bibit Pohon Produktif Gratis untuk Masyarakat

19 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Penyaluran bibit mangga dan durian kepada masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar di halaman...

Read more
Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh dan seluruh Kejaksaan Negeri di Aceh memberikan klarifikasi terbuka mengenai peran, batas kewenangan, serta ruang lingkup pendampingan terhadap kegiatan dan proyek yang dilaksanakan dinas-dinas pemerintah.
Aceh

TTI Desak Kejaksaan Buka Terang Peran Pendampingan Proyek Dinas: Jangan Jadikan Nama Kejaksaan Tameng Pengadaan

19 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh dan seluruh Kejaksaan Negeri di Aceh...

Read more

Berita Terkini

Kalimantan Tengah

Kapolda Kalteng Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla di Palangka Raya dan Tumbang Nusa

20 Agustus 2026 | 09:03 WIB
Kalimantan Tengah

Kapolresta Palangka Raya Dampingi Rombongan Menhut RI Tinjau Karhutla di Petuk Katimpun

20 Agustus 2026 | 08:46 WIB
Kalimantan Tengah

Sampaikan Dikmas Lantas, Satlantas Polresta Palangka Raya Edukasikan Larangan Balapan Liar kepada Warga

20 Agustus 2026 | 08:24 WIB
Aceh

TTI Sambut Positif Niat Kajati Aceh: Jaksa Jangan Main Proyek

20 Agustus 2026 | 08:06 WIB
Aceh

TTI Dukung Tidak Ada Lagi Istilah Paket “LINGKE” dan “BATOH”: Tender Harus Bersih dari Bayang-bayang Oknum APH

20 Agustus 2026 | 07:57 WIB
Aceh

UPTD KPH Wilayah I Aceh Salurkan 3.000 Bibit Pohon Produktif Gratis untuk Masyarakat

19 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Jawa Barat

Dewan Pembina PWP Meminta PT Hayun Respati (Share) Diminta Menghasilkan PAD Kabupaten Bogor Secara Maksimal dan Transparan 

19 Agustus 2026 | 21:42 WIB
Kalimantan Tengah

Kapolda Kalteng Terima Tim Penelitian Sespim Lemdiklat Polri, Dorong Kepemimpinan Futuristik dan Penegakan Hukum Modern

19 Agustus 2026 | 21:32 WIB
Kalimantan Tengah

Polres Lamandau Kembali Ungkap Curanmor dan Narkotika, 10 Kendaraan Roda Dua serta 1,2 Kilogram Sabu Diamankan

19 Agustus 2026 | 21:17 WIB
Kalimantan Tengah

Cegah Bullying Sejak Dini, Sikum Polresta Palangka Raya Berikan Penyuluhan Hukum kepada Pelajar

19 Agustus 2026 | 21:09 WIB
Kalimantan Tengah

Pimpin Apel di Mako, Kapolresta Palangka Raya: Apa yang Jadi Atensi Pimpinan, Pedomani dan Laksanakan

19 Agustus 2026 | 21:02 WIB
Kalimantan Tengah

Kapolres Kotim Hadiri Launching Bantuan Pangan dan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit

19 Agustus 2026 | 20:59 WIB
  • About Us
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini

No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini