Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |
Transparansi Tender Indonesia (TTI) menemukan indikasi dominasi sejumlah penyedia dalam data realisasi pengadaan pemerintah yang dianalisis dari 505 paket pekerjaan. Hasil investigasi menunjukkan 10 penyedia memperoleh paket dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan penyedia lainnya.
Penyedia dengan paket terbanyak adalah CV. Sepakat Karya Consultant dengan 36 paket senilai sekitar Rp1,20 miliar. Posisi berikutnya ditempati Sada Konsultan dengan 27 paket, CV. Tripa Karya Cipta dan Barsela Aceh Consultant yang masing-masing memperoleh 26 paket.
Selanjutnya terdapat CV. Ramarakas dengan 15 paket, CV. Putra Jaya Konsultan sebanyak 12 paket, serta CV. Ceurana dengan 10 paket. Sementara itu, CV. Palugada Van Java, Karya Irama Agung, CV, dan CV. Pelita Meugah Mandiri masing-masing tercatat memperoleh 9 paket pekerjaan.
- BACA JUGA : Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba, Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Ipda Anumerta Sumariyanto
- BACA JUGA : Polisi Ungkap Kasus Penembakan di Air Sugihan, Pelaku Ditangkap Tanpa Perlawanan
- BACA JUGA : IPW Akui, Jenderal Naga Sukses Bawa Korlantas Perubahan Positif
TTI menilai konsentrasi paket pada segelintir penyedia tersebut merupakan indikator risiko (red flag) yang patut ditelusuri lebih lanjut. Meski belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran, pola penguasaan paket yang berulang oleh penyedia yang sama berpotensi mengurangi persaingan usaha yang sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Karena itu, TTI mendesak aparat pengawas internal pemerintah, BPK, serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit terhadap pola distribusi paket, keterkaitan antarperusahaan, dan proses pemilihan penyedia guna memastikan tidak terjadi praktik pengaturan pemenang, pemecahan paket, maupun konflik kepentingan dalam pelaksanaan pengadaan pemerintah.
sumber : Nasruddin Bahar (Koordinator TTI)




