Labuhanbatu – Mitrapolri.com |
Kembali lagi terjadi aksi penghadangan di jalan dari kelompok kecil yang mengatasnamakan masyarakat Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu terhadap mobil pengangkut brondolan yang mau masuk ke pabrik PT Pulo Padang Sawit Permai (PPSP). Sabtu (20/04/2024).
Aksi penghadangan berasal dari pihak yang menolak pabrik beroperasi.

Sementara juga dalam pantauan awak media, didapati kelompok besar yang juga mengatasnamakan warga asli Pulo Padang itu sendiri dan mengaku sudah bekerja di perusahaan PPSP itu, baik sebagai tenaga kerja di produksi dan sebagai mitra kerja perusahaan sebagai SPSI.

Dari data yang diperoleh Mitrapolri.com, jumlah warga asli Pulo Padang Kecamatan Rantau Utara berjumlah sekitar 300 – 400 orang melakukan perlawanan terhadap aksi penghadang yang mengatasnamakan masyarakat juga.
Perlawanan yang di lakukan warga asli Pulo Padang itu karena merasa terusik dengan adanya aksi yang mengakibatkan PT PPSP tidak beroperasi dan sangat berdampak kepada mereka secara finansial.

Mereka merasa kehilangan income atau pekerjaan yang notabene nya warga asli Pulo Padang ini sangat apresiasi dan berharap pabrik PT PPSP Pulo Padang tersebut beroperasi agar mereka bisa bekerja kembali agar mendapatkan hasil/upah untuk menafkahi keluarga mereka.
- BACA JUGA : PT Pulo Padang Sawit Permai (PPSP) Rantau Utara Labuhanbatu Kembali Beroperasi
- BACA JUGA : Miris! Owner RS Thamrin Cileungsi Diduga Beli Mobil Seharga Rp. 2 M Lebih Namun Tidak Mampu Membayar THR Karyawannya
- BACA JUGA : Polres Belawan Ringkus Pengedar Sabu di Desa Klumpang Kebun
Setelah kita lakukan wawancara kepada salah satu warga asli Pulo Padang yang bernama RAHMAT, menjelaskan secara tegas sikap mereka tentang berdiri nya perusahaan PPSP itu di kampung mereka.
“Kami sangat berharap pabrik ini bisa beroperasi. Dengan berdiri nya pabrik ini, kami bisa bekerja untuk memberikan nafkah buat keluarga kami”, ucap Rahmat.
“Kami sangat kesal dengan kelompok aksi penghadang yang selama ini sudah gak bisa di toleransi lagi, karena di anggap telah memutuskan dan mematikan cari makan kami. Sampai timbul panggilan hati kami sendiri untuk harus melakukan perlawanan tanpa ada unsur apapun dari pihak manapun”, tegasnya lagi.
Terlihat dari data yang diperoleh kru Mitrapolri.com, bahwa mereka semua menyatakan sikap nya agar pabrik PT PPSP ini berjalan dan beroperasi kembali.
Dari pantauan awak media Mitrapolri.com di lapangan, aksi ini berpotensi terjadi hal yang anarkis antara dua belah pihak. Saat aksi penghadangan terjadi juga pergerakan dari warga asli Pulo pandang itu sendiri untuk menginginkan pabrik PT PPSP ini kembali beroperasi.
“Sangat banyak kontribusi yang kami dapatkan atas berdiri nya pabrik PT PPSP di kampung kami”, ujar mereka warga asli Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.
(AKDD)




