Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com |
Jangan sampai apel hanya berdiri, hormat, lalu bubar! Pesan tegas itu menjadi ruh dalam pelaksanaan apel pagi rutin setiap Senin yang digelar Pemerintah Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, di halaman Kantor Desa Singasari.
Apel dipimpin langsung Kepala Desa Singasari, Euis Sujana, S.DS, dan diikuti Sekretaris Desa, seluruh perangkat desa, BPD, para Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT serta unsur lainnya.
Bagi Kades Euis Sujana, apel pagi bukan sekadar kegiatan rutin untuk memenuhi agenda pemerintahan. Lebih dari itu, apel merupakan momentum untuk mengukur kedisiplinan, membangun semangat kerja, memperkuat komunikasi sekaligus mengevaluasi kinerja jajaran Pemdes Singasari.
“Apel pagi bukan sekadar rutinitas maupun seremonial belaka. Ini menjadi momentum untuk menumbuhkan etos kerja, semangat kerja, mempererat silaturahmi dan mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan,” tegas Euis dalam arahannya.
JANGAN HANYA HADIR DI APEL, TAPI HARUS HADIR DI TENGAH MASYARAKAT!
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam apel. Sebab, ukuran keberhasilan pemerintah desa bukan hanya terlihat dari lengkapnya perangkat ketika apel berlangsung, tetapi dari seberapa nyata pelayanan dan kepedulian mereka dirasakan masyarakat.
Menurut Euis, empati dalam lingkungan kerja harus terus dibangun. Komunikasi dua arah antara pimpinan dan jajaran perangkat desa menjadi kunci agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.
“Komunikasi dua arah sangat penting untuk menciptakan kondusivitas kerja. Kalau ada kendala atau masalah, jangan didiamkan. Segera koordinasikan agar dapat kita cari solusinya bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintahan yang baik bukan hanya berbicara tentang administrasi, melainkan menyangkut integritas, keterbukaan, kedisiplinan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
- BACA JUGA : Ketua Umum dan Sekjen P.A.I Ingatkan Revisi UU Advokat Jangan Lahirkan Oligarki Baru
- BACA JUGA : Lepas Kontingen Kalteng ke Jambore Nasional XII, Kapolda: Momentum Emas Bentuk Karakter Cinta Tanah Air dan Lingkungan
- BACA JUGA : APSA Gelar Aksi di PKS PT ASL Rahuning, Desak Penghentian Pembuangan Limbah ke Sungai Asahan
Konsep Clean and Clear Government, menurutnya, harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai slogan.
RT-RW DIMINTA LEBIH PEKA TERHADAP WARGA
Khusus kepada para Ketua RT dan RW, Kades Singasari meminta agar lebih aktif dan peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
RT dan RW merupakan unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap keluhan, kebutuhan maupun persoalan warga diharapkan dapat segera diketahui dan dikoordinasikan dengan pemerintah desa.
“Saya berharap para RT dan RW lebih peduli terhadap hal-hal yang menyangkut warganya. Jalankan tupoksi masing-masing dengan baik dan benar. Apabila ada kendala atau masalah, silakan koordinasikan dengan saya,” tegasnya.
BEKERJA BUKAN SEKADAR MENGGUGURKAN KEWAJIBAN
Di penghujung arahannya, Euis menyampaikan pesan yang menjadi penegasan bagi seluruh jajaran Pemdes Singasari.
“Kita harus selalu bekerja dengan hati dan ikhlas, karena kepentingan masyarakat adalah hal utama dan terutama.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa menjadi aparatur pemerintahan desa bukan sekadar datang, mengisi daftar hadir, menjalankan rutinitas dan kemudian pulang.
Ada tanggung jawab yang harus ditunaikan. Ada masyarakat yang harus dilayani. Dan ada kepercayaan publik yang wajib dijaga.
Apel Senin di Singasari akhirnya bukan sekadar barisan pagi.
Ia menjadi pengingat: disiplin harus terlihat dalam pelayanan, etos kerja harus terasa oleh masyarakat, dan jabatan harus dibuktikan dengan pengabdian.
(RH)




