Purbalingga, Jateng – Mitrapolri.com|
Komunitas Garda Emas menggelar kegiatan buka puasa bersama di Pendopo Cahyana, Kamis (12/3/2026) mulai pukul 17.00 WIB hingga waktu berbuka. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300an peserta dari berbagai kalangan generasi muda, di antaranya komunitas pemuda petani, anggota Garda Emas, serta generasi muda lintas komunitas di Kabupaten Purbalingga.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Purbalingga sekaligus Pembina Garda Emas, Dimas Prasetyahani, serta budayawan Agus Sukoco.
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi dan temu kangen antar generasi muda, khususnya generasi Z yang selama ini jarang bertemu secara langsung. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purbalingga menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali berkumpul bersama dalam suasana hangat bulan Ramadan.
“Temu kangen ini terasa sangat indah karena sudah lama tidak berjumpa. Hari ini kita bisa duduk bersama dan merasakan kembali kebersamaan yang selama ini jarang terjadi,” ungkapnya.
Ia berharap komunitas Garda Emas dan para pemuda dapat terus menjaga komunikasi serta memperkuat kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengingatkan kembali komitmennya setelah dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.
Menurutnya, janji kampanye harus terus diingatkan oleh masyarakat agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya akan berjuang secara maksimal demi kemajuan daerah serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
- BACA JUGA : Pererat Sinergi di Bulan Ramadhan, Polres Nagan Raya Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan, LSM dan LBH
- BACA JUGA : Sinergi TNI-Polri dan Pemda, Polres Soppeng Pastikan Pengamanan Idul Fitri Lewat Operasi Ketupat 2026
- BACA JUGA : Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 Polres Samosir Digelar di Tepi Danau Toba Berlangsung Aman
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5.000.000 kepada perwakilan Garda Emas dari wilayah Karangreja sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan dan semangat para pemuda.
Sementara itu, budayawan Agus Sukoco menyampaikan tausiyah budaya yang sarat makna. Dalam pemaparannya, ia mengajak generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga menggambarkan hubungan manusia dengan alam melalui unsur-unsur kehidupan seperti bumi, tanah, air, angin, dan padi yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup manusia.
Selain itu, Agus Sukoco memberikan motivasi mengenai makna puasa sebagai sarana pengendalian diri. Ia menuturkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri yang jauh melampaui insting hewan, sehingga puasa menjadi latihan kesabaran sekaligus kesadaran diri.
Di akhir penyampaiannya, ia berpesan agar setiap orang tetap menjadi dirinya sendiri dan tidak terlalu menuntut kepastian dalam kehidupan.
“Rezeki adalah urusan Tuhan. Tugas manusia adalah menjadi diri sendiri yang baik, benar, dan bermanfaat. Sebab sebaik-baiknya manusia bukan yang paling banyak uangnya, tetapi yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan antara pemerintah daerah, tokoh budaya, serta generasi muda di Purbalingga. Di akhir acara, sebelum meninggalkan tempat, para tamu undangan juga diberikan bingkisan sebagai bentuk tanda terima kasih dari Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyaning Hani
(Budi Santoso)




