Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com|
Proyek pembangunan pagar di Terminal Keudah Kota Banda Aceh dengan pagu anggaran hampir Rp1 Miliar kembali menjadi sorotan publik. Pekerjaan tersebut dinilai dikerjakan asal-asalan dan jauh dari standar kualitas.
Hal itu disampaikan Hanafiah, Kaperwil Suara Mabes Aceh, kepada media, Kamis (10/9/2026).
Menurut Hanafiah, anggaran hampir Rp1 Miliar seharusnya melahirkan bangunan yang kokoh, bermanfaat, dan bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang. Namun faktanya di lapangan justru sebaliknya.
“Pekerjaannya terkesan terburu-buru, asal jadi, dan tidak memperhatikan kualitas. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi,” tegas Hanafiah.
- BACA JUGA : TTI Bongkar Pengadaan Sekretariat DPRA 2026: Paket Nyaris Mentok Batas Pengadaan Langsung, Belanja Rp19,6 Miliar Disorot
- BACA JUGA : RDP Komisi I DPRD Kampar Memanas, Warga Soraki Humas Elang 3 Hambalang Riau
- BACA JUGA : TTI Desak KPK Bongkar Dana Hibah dan Pokir DPRD se-Aceh: Jangan Berhenti pada Pengumpulan Data
Lebih miris lagi, Hanafiah mengaku sudah berupaya mengingatkan pihak pengawas lapangan dan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh. Namun tidak ada satupun yang menggubris.
“Karena diabaikan, kami menduga keras proyek ini ‘berkesan punya penguasa’. Apakah ada penguasa daerah di balik proyek ini? Publik berhak tahu,” ungkap Hanafiah dengan nada geram.
Atas dasar itu, Hanafiah mendesak *Pemerintah Kota Banda Aceh, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum* untuk segera turun ke lapangan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh.
“Jangan sampai uang rakyat miliaran habis hanya untuk pagar yang asal jadi. Kami minta transparansi dan akuntabilitas penuh,” pintanya.
Hanfiah juga meminta agar proyek ini tidak ditutup-tutupi. Jika ditemukan penyimpangan, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar menjadi efek jera bagi pihak-pihak yang bermain-main dengan uang negara.
(Bukhari)




