Mitra Polri
Jumat, September 11, 2026
No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
No Result
View All Result
Mitra Polri
No Result
View All Result
  • Polri
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • Lintas Provinsi
  • Mitra Polri TV
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Provinsi Aceh
Koordinator TTI, Nasruddin Bahar

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar

TTI Desak KPK Bongkar Dana Hibah dan Pokir DPRD se-Aceh: Jangan Berhenti pada Pengumpulan Data

by mitrapolri.com
10 September 2026 | 09:12 WIB
in Aceh

Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |

Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta kepala daerah di Aceh menyerahkan data dana hibah, pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, pengadaan barang dan jasa, serta sejumlah komponen belanja daerah Tahun Anggaran 2025 dan 2026.

Namun, TTI menegaskan KPK tidak boleh berhenti sebatas menerima dokumen administratif dari pemerintah daerah. Data yang telah dikumpulkan harus dibedah secara serius untuk melihat ada atau tidaknya pola penganggaran yang tidak wajar, penerima hibah berulang, konsentrasi Pokir, pengadaan kepada penyedia tertentu, hingga indikasi konflik kepentingan dalam pelaksanaan anggaran.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan permintaan data tersebut harus menjadi pintu masuk bagi KPK untuk melakukan pemetaan risiko korupsi pada pengelolaan APBD di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

ADVERTISEMENT

“TTI mendukung langkah KPK. Tetapi kami meminta jangan hanya mengumpulkan data lalu selesai sebagai laporan administrasi. Dana hibah dan Pokir harus dibongkar sampai jelas siapa penerimanya, berapa nilainya, siapa pengusulnya, OPD mana yang melaksanakan, bagaimana mekanisme pengadaannya, dan siapa penyedia yang memperoleh pekerjaan,” kata Nasruddin Bahar.

Menurut TTI, pengawasan terhadap Pokir DPRD menjadi sangat penting karena anggaran yang berasal dari aspirasi anggota legislatif pada akhirnya masuk ke dalam program dan kegiatan pemerintah daerah serta menggunakan uang publik.

Karena itu, KPK didesak melakukan pencocokan antara data Pokir dengan dokumen APBD, SiRUP, SPSE, e-Katalog, kontrak pengadaan, laporan realisasi anggaran, hingga hasil audit Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan.

“Jangan berhenti pada nama program. Telusuri sampai kepada paket pekerjaan dan penyedianya. Apabila ditemukan satu kelompok penyedia memperoleh paket berulang dari kegiatan yang bersumber dari Pokir tertentu, pola itu harus diuji lebih jauh,” tegas Nasruddin.

ADVERTISEMENT

TTI juga meminta KPK memberi perhatian khusus terhadap dana hibah. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat apakah penerima hibah tercatat secara administratif, tetapi perlu menguji kelayakan penerima, frekuensi pemberian, pertanggungjawaban penggunaan dana, realisasi kegiatan serta hubungan antara penerima hibah dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses penganggaran.

“Dana hibah jangan sampai menjadi ruang gelap dalam APBD. Siapa penerimanya, untuk kegiatan apa, berapa jumlahnya, apakah diterima secara berulang, dan bagaimana pertanggungjawabannya harus dapat diuji,” katanya.

Selain hibah dan Pokir, TTI menilai permintaan KPK terhadap data pengadaan langsung dan e-purchasing juga sangat strategis. Dua metode tersebut perlu dianalisis untuk mendeteksi kemungkinan pemecahan paket, konsentrasi pekerjaan kepada penyedia tertentu, kewajaran harga serta pola transaksi yang tidak kompetitif.

TTI meminta KPK membangun analisis lintas data dengan membandingkan sedikitnya enam komponen, yakni Pokir DPRD, dana hibah, pengadaan langsung, e-purchasing, 10 proyek terbesar setiap pemerintah daerah serta hasil audit Inspektorat.

Menurut TTI, apabila data tersebut dianalisis secara terintegrasi, pola hubungan antara perencanaan anggaran, pelaksanaan pengadaan dan penerima manfaat akan lebih mudah terlihat.

“KPK sudah mempunyai pintu masuk yang sangat besar. Sekarang publik menunggu apakah data tersebut benar-benar dibongkar atau hanya dikumpulkan,” ujar Nasruddin.

TTI juga mendesak seluruh kepala daerah di Aceh untuk kooperatif dan tidak memberikan data secara parsial. Kepala daerah harus memastikan seluruh informasi yang diminta KPK disampaikan secara utuh, akurat dan dapat diverifikasi.

ADVERTISEMENT

TTI bahkan mendorong KPK melakukan klarifikasi langsung apabila ditemukan ketidaksesuaian antara data yang diserahkan pemerintah daerah dengan data pada SiRUP, SPSE, e-Katalog maupun laporan keuangan daerah.

“Kalau pemerintah daerah menyerahkan data kepada KPK, data itu harus dapat diuji. Jangan sampai angka yang disampaikan berbeda dengan fakta pengadaan dan realisasi di lapangan,” kata Nasruddin.

TTI menilai langkah KPK ini merupakan momentum penting untuk membangun transparansi pengelolaan APBD di Aceh. Karena itu, hasil pemetaan risiko seharusnya tidak berhenti menjadi konsumsi internal.

Sepanjang tidak termasuk informasi yang dikecualikan berdasarkan peraturan perundang-undangan, TTI mendorong KPK dan pemerintah daerah membuka informasi yang relevan kepada publik agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan.

“Jangan ada standar ganda. Ketika KPK meminta data, pemerintah daerah menyerahkannya. Tetapi ketika masyarakat meminta informasi penggunaan uang rakyat, justru dipersulit. Transparansi harus berlaku kepada KPK dan juga kepada publik,” tegas Koordinator TTI.

TTI menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap pengadaan barang dan jasa, Pokir DPRD serta pola penggunaan dana hibah di Aceh dan mendorong aparat pengawasan maupun penegak hukum melakukan pendalaman apabila ditemukan red flag.

“KPK jangan berhenti pada meja administrasi. Bongkar aliran anggaran dari perencanaan sampai realisasi. Jika ada pola yang tidak wajar, telusuri siapa yang mengusulkan, siapa yang menetapkan, siapa yang menerima dan siapa yang menikmati pekerjaan. Uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan sampai rupiah terakhir,” tutup Nasruddin Bahar.

(Bukhari)

Share2SendShare

Berita Terkait

program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Aceh

Wacana Pemindahan Dapur MBG ke Sekolah Perlu Kajian Serius

11 September 2026 | 08:15 WIB

Nagan Raya, Aceh - Mitrapolri.com | Wacana Pemerintah untuk memindahkan Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke lingkungan sekolah dinilai...

Read more
Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darul Makmur di Kabupaten Nagan Raya yang dikelola oleh yayasan Al-Fatih,
Aceh

Keberadaan Dua Dapur MBG di Kecamatan Darul Makmur Ikut Mendongkrak Ekonomi Masyarakat

11 September 2026 | 08:08 WIB

Nagan Raya, Aceh - Mitrapolri.com | Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darul Makmur di Kabupaten Nagan Raya yang dikelola...

Read more
Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Badar Irvan Permadi Zega Kabupaten Aceh tenggara
Aceh

Ketua Korcam Badar IRVAN PERMADI ZEGA Menyayangkan Adanya Wacana Penyaluran MBG Sebagian dari Kantin Sekolah

11 September 2026 | 08:01 WIB

Aceh Tenggara, Aceh - Mitrapolri.com | Salah satu Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Badar Irvan Permadi Zega Kabupaten Aceh tenggara sangat...

Read more
Proyek pembangunan pagar di Terminal Keudah Kota Banda Aceh
Aceh

Proyek Pagar Terminal Keudah Rp1 Miliar Disorot! Hanafiah: “Jangan-jangan Ada Penguasa Daerah di Baliknya?”

11 September 2026 | 07:32 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com| Proyek pembangunan pagar di Terminal Keudah Kota Banda Aceh dengan pagu anggaran hampir Rp1 Miliar...

Read more

Berita Terkini

Kalimantan Tengah

Pasca Lapsat, Kapolresta Ramah Tamah Bersama Personel Polresta Palangka Raya

11 September 2026 | 08:41 WIB
Kalimantan Tengah

Usai Pemasangan Lawung, Kapolresta Palangka Raya Ikuti Prosesi Adat Dayak

11 September 2026 | 08:39 WIB
Kalimantan Tengah

Di Rupatama, Kapolresta Palangka Raya Terima Lapsat Kombes Dedy

11 September 2026 | 08:31 WIB
Kalimantan Tengah

Resmi Jabat Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Andiyatna Tegaskan Siap Berikan Pengabdian Terbaik

11 September 2026 | 08:27 WIB
Kalimantan Tengah

Tinjau Lokasi Karhutla, Kapolres Kotim Perintahkan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Lahan

11 September 2026 | 08:24 WIB
Sumatera Selatan

Polsek Muara Kuang Monitoring Lahan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

11 September 2026 | 08:17 WIB
Aceh

Wacana Pemindahan Dapur MBG ke Sekolah Perlu Kajian Serius

11 September 2026 | 08:15 WIB
Aceh

Keberadaan Dua Dapur MBG di Kecamatan Darul Makmur Ikut Mendongkrak Ekonomi Masyarakat

11 September 2026 | 08:08 WIB
Aceh

Ketua Korcam Badar IRVAN PERMADI ZEGA Menyayangkan Adanya Wacana Penyaluran MBG Sebagian dari Kantin Sekolah

11 September 2026 | 08:01 WIB
Kalimantan Tengah

Kapolres Katingan Pantau Karhutla via Udara Menggunakan Drone

11 September 2026 | 07:44 WIB
Kalimantan Tengah

Polda Kalteng Buat 4 Sumur Bor di Lokasi Rawan, Percepat Pemadaman Karhutla

11 September 2026 | 07:42 WIB
Kalimantan Tengah

Datangi SPBU, Polsek Sabangau Pantau Pendistribusian BBM untuk Kendaraan Bermotor

11 September 2026 | 07:35 WIB
  • About Us
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini

No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini