Nagan Raya, Aceh – Mitrapolri.com |
Ratusan Warga Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Selasa (12/05/26) menggelar Aksi Tolak Tambang di Nagan Raya, massa yang didominasi ibu-ibu menggelar aksi penolakan tambang emas dikawasan tersebut.
Dalam unjuk rasa ini warga menolak segala bentuk izin pertambangan di wilayah mereka. Aksi yang dipusatkan di kawasan Jembatan Krueng Beutong Lintas Nagan Raya-Takengon itu diikuti tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta warga dari berbagai desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Koordinator aksi, Tgk. Malikul Azis, menegaskan bahwa masyarakat hingga saat ini masih menolak seluruh aktivitas dan izin perusahaan tambang di wilayah tersebut.
- BACA JUGA : Mohd Rizki Ramadhan Kembali Pimpin Partai PPP Nagan Raya
- BACA JUGA : Pemkab Nagan Raya bersama Bank Aceh Cabang Jeuram Sosialisasikan Pelaksanaan Transaksi Non Tunai Dana Desa Pada Pemerintah
- BACA JUGA : Kepala BNN RI Hadiri Pembukaan Rakernis Reskrim Polri 2026
“Kami segenap masyarakat Beutong Ateuh Banggalang akan mempertahankan Beutong Ateuh ini sampai titik darah penghabisan,” tegasnya saat menyampaikan orasi di hadapan massa aksi.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Pemerintah Aceh, hingga pemerintah pusat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengklaim masyarakat telah menyetujui aktivitas pertambangan di kawasan Beutong Ateuh.
Menurut Malikul Azis, hingga kini masyarakat setempat belum pernah memberikan persetujuan terhadap izin perusahaan tambang yang disebut-sebut akan beroperasi di wilayah mereka.
“Kami berharap kepada Bupati Nagan Raya dan Gubernur Aceh agar tidak semena-mena mengeluarkan izin perusahaan di Beutong Ateuh. Sampai hari ini masyarakat Beutong Ateuh belum menerima satu pun izin perusahaan di wilayah kami,” ujar nya.
(T. Ridwan, SH)




