Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |
Lembaga Investigasi Negara (LIN) Perwakilan Aceh mengecam keras narasi yang menyebut program penyerahan Becak Motor kepada masyarakat oleh Dinas UMK Aceh sebagai “fiktif”.
Ketua LIN Aceh, Bukhari, menilai tuduhan itu adalah upaya pembunuhan karakter terhadap Kadis UMK. Kamis (02/8/2026).
“Tuduhan ‘fiktif’ itu fitnah keji dan berbahaya,” tegas Bukhari.
- BACA JUGA : Jalan Sesat Kadisdik Aceh Utara: P2SP Bukan Kontraktor
- BACA JUGA : Alumni Berprestasi: Rendi Umbara, Anak Dosen FKIP USK Almarhum, Serahkan Buku Hukum ke Rektor
- BACA JUGA : TTI Soroti Konsentrasi Pengadaan Dinas Sosial Aceh, Sejumlah Penyedia Mendominasi Nilai Kontrak dan Jumlah Paket
Menurut Bukhari, program bantuan Becak Motor adalah program pemerintah yang ada datanya, ada penerima manfaatnya, dan ada SPJ-nya. Menuduh fiktif sama saja menuduh negara berbohong.
“Kalau ada yang bilang fiktif, silakan buktikan. Sebutkan nama, alamat, dan NIK penerima yang fiktif itu. Jangan main tuduh di medsos doang. Itu namanya pengecut,” tantang Bukhari.
LIN menduga, narasi “fiktif” ini sengaja dilempar oleh kelompok yang kepentingannya terganggu. Yaitu yang selama ini tidak suka kalau masyarakat atau tukang becak dapat bantuan langsung dari negara.
“Kami dukung Kadis UMK. Kami juga minta Kadis buka data penerima bantuan secara transparan. Biar semua mulut yang fitnah itu tertutup,” tutup Bukhari.
(Red/tim)




