ADVERTISEMENT
Mitra Polri
Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
No Result
View All Result
Mitra Polri
No Result
View All Result
  • Polri
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • Lintas Provinsi
  • Mitra Polri TV
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Provinsi Jawa Barat
Progres pegerjaan proyek rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet yang menelan anggaran Rp6.693.090.991

Progres pegerjaan proyek rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet yang menelan anggaran Rp6.693.090.991

Proyek Rp6,69 Miliar Jalan Cileungsi–Cibeet Disorot: Sisa 25 Hari Progres Masih Jauh dari Selesai, Pajak Rakyat Jangan Sampai Terbuang Percuma

by mitrapolri.com
18 September 2026 | 12:31 WIB
in Jawa Barat

Kabupaten Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com|

Proyek rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet yang menelan anggaran Rp6.693.090.991 kini mulai menjadi sorotan.

Bukan semata karena besarnya nilai kontrak, tetapi karena waktu pelaksanaan terus berjalan sementara kondisi pekerjaan di lapangan berdasarkan pantauan masih terlihat jauh dari kata rampung.

Pekerjaan tersebut merupakan paket Rekonstruksi Jalan pada Ruas Jalan Cileungsi–Cibeet, Kabupaten Bogor, tepatnya di KM JKT 73+671–73+846 dan KM JKT 74+920–75+080.

ADVERTISEMENT

Proyek berada di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, dengan penyedia jasa CV. Aspirasi Luhur.

Berdasarkan data pekerjaan, proyek memiliki:

Nomor SPK: 1334 PUR.12.01.02/1.00312/SPL/UPTD-PJ2WPI

Nilai kontrak: Rp6.693.090.991

ADVERTISEMENT

Tanggal kontrak: 8 Juni 2026

Waktu pelaksanaan: 150 hari kalender

Penyedia jasa: CV. Aspirasi Luhur

Jika dihitung sejak tanggal kontrak hingga 17 September 2026, waktu pelaksanaan telah berjalan sekitar 101 hari kalender, sehingga secara hitungan kalender masih tersisa sekitar 49 hari. Artinya, klaim bahwa hanya tersisa 25 hari perlu disesuaikan dengan metode penghitungan waktu kontrak yang tercantum dalam dokumen resmi pekerjaan.

Namun, persoalan utamanya tetap sama: apakah progres fisik di lapangan sudah sebanding dengan waktu dan nilai kontrak yang telah berjalan?

Pertanyaan tersebut penting karena pekerjaan berlangsung di ruas jalan yang menjadi jalur mobilitas masyarakat. Adanya penyempitan badan jalan selama pekerjaan turut berpotensi menghambat arus lalu lintas. Bagi pekerja, pelaku usaha, pengangkutan barang, maupun pelaku UMKM, keterlambatan perjalanan bukan sekadar persoalan waktu.

  • BACA JUGA : BUMN Merugi, Kontraktor Lokal Menonton: Siapa Sebenarnya Menikmati Proyek Raksasa Rehab-Rekon Aceh?

  • BACA JUGA : Managemen PTPN IV PalmCo Reg II Unit Kebun Tinjowan Terindikasi Lindungi Terduga Pelaku Penggelapan Anggaran Gaji Karyawan Pelaksana

  • BACA JUGA : Ketua Kelompok Tani “Hr” di Desa Buket Makmu Diduga Manipulasi Data Pupuk & Lahan, Hanafiah Desak Kejari Aceh Timur Usut Tuntas

Time is money.

ADVERTISEMENT

Setiap menit kendaraan tertahan dapat berarti keterlambatan bekerja, distribusi barang tersendat, biaya operasional bertambah, hingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu.

Pembangunan infrastruktur memang diperlukan. Namun pembangunan juga semestinya dilaksanakan dengan perencanaan, pengawasan, keselamatan lalu lintas, mutu pekerjaan, serta ketepatan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan sampai masyarakat yang seharusnya menikmati manfaat pembangunan justru harus menanggung dampak berkepanjangan selama proyek berlangsung.

Dengan nilai pekerjaan mencapai miliaran rupiah dan sumber anggaran berasal dari keuangan negara, publik tentu berhak mengetahui bagaimana progres pekerjaan tersebut sebenarnya.

Sudah berapa persen progres fisiknya? Apakah masih sesuai kurva rencana? Apakah ada kendala teknis di lapangan? Bagaimana pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung? Dan yang paling penting, apakah pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu kontrak?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak dijawab secara terbuka oleh pihak terkait.

Kepada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, serta pihak pengawas pekerjaan, masyarakat berharap pengawasan terhadap proyek ini benar-benar dilakukan secara optimal.

Sebab uang yang digunakan bukan uang pribadi penyedia jasa, melainkan uang negara yang bersumber dari pajak dan penerimaan masyarakat.

Publik tidak meminta pembangunan dihentikan. Justru sebaliknya, masyarakat membutuhkan pembangunan yang cepat, tepat mutu, tepat waktu, aman bagi pengguna jalan, dan memberikan manfaat nyata.

Jangan sampai proyek yang dibangun untuk memperlancar mobilitas justru terlalu lama membuat masyarakat terjebak dalam kemacetan dan ketidakpastian.

Anggaran miliaran rupiah harus menghasilkan infrastruktur yang nyata. Waktu kontrak harus dihormati. Dan kepentingan masyarakat pengguna jalan jangan sampai menjadi korban dari proses pembangunan.

(RH)

Share3SendShare

Berita Terkait

Jawa Barat

Pasir Tangkil Meledak! Ribuan Pendukung Aca Suryana Kepung Lapangan, BERSINAR Tantang Perubahan Muktijaya

16 September 2026 | 21:26 WIB

Bekasi, Jawa Barat - Mitrapolri.com | Bukan sekadar kumpul-kumpul! Lapangan Pasir Tangkil Desa Muktijaya berubah menjadi lautan pendukung Paslon Nomor...

Read more
sebanyak 2.992 orang yang tergabung dalam GEMPHAR (Gerakan Masyarakat Pemenangan H. Ruslani, SH) menyatakan siap bergerak untuk mengantarkan calon pilihannya menuju Kursi Nomor 1 Desa Sukadanau.
Jawa Barat

2.992 Jawara GEMPHAR (Tim Pemenangan H.Ruslani, SH) Siap Mengguncang Sukadanau

14 September 2026 | 20:46 WIB

Bekasi, Jawa Barat - Mitrapolri.com|  SIAPA KITA...? GEMPHAR! Teriakan perubahan mulai menggema dan bergetar di Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi. Bukan...

Read more
Mengusung Perubahan Menuju Kursi No.1 Desa Sukadanau Calon Kuat Kades Pilihan Masyarakat.
Jawa Barat

2.992 Orang GEMPHAR Bergerak! H. Ruslani, SH Bidik Kursi Nomor 1 Desa Sukadanau

12 September 2026 | 07:42 WIB

Bekasi, Jawa Barat - Mitrapolri.com | Siapa Kita...? GEMPHAR! Gaung perubahan mulai menggema di Desa Sukadanau. Sebanyak 2.992 orang yang...

Read more
progress pekerjaan Penggantian Jembatan Kedep Ruas Jalan Cileungsi–Cibinong KM JKT 62+440
Jawa Barat

Rp45,9 Miliar untuk Jembatan Kedep, Tapi Progress Masih Dipertanyakan: Pengawasan Proyek Kemana?

11 September 2026 | 18:33 WIB

Bogor, Jawa Barat - Mitrapolri.com | Uang rakyat hampir Rp46 miliar telah dikucurkan. Kontrak sudah berjalan. Waktu pelaksanaan sudah ditentukan....

Read more
  • About Us
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini

No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini