Bekasi, Jawa Barat – Mitrapolri.com |
Bukan sekadar kumpul-kumpul! Lapangan Pasir Tangkil Desa Muktijaya berubah menjadi lautan pendukung Paslon Nomor 3, Aca Suryana, A.Md. Semangat BERSINAR—Bersinergi, Amanah, dan Rahayu—dikobarkan sebagai simbol perjuangan menuju kursi Kepala Desa Muktijaya periode 2026–2034.
Antusiasme massa terlihat begitu kuat. Para pendukung datang membawa satu semangat: mengawal Aca Suryana dalam pertarungan demokrasi desa yang pemungutan suaranya dijadwalkan pada 20 September 2026.
Namun ada yang berbeda dalam agenda tersebut. Di tengah riuh konsolidasi pendukung, Aca Suryana membuka Bazar Murah bagi masyarakat.
Calon Kades itu bahkan turun langsung menyambangi warga dan berdialog dengan peserta bazar. Pesan yang hendak ditunjukkan cukup jelas: kontestasi politik desa tidak hanya soal mengejar kursi kekuasaan, tetapi juga bagaimana calon hadir dan bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat.
Bagi pendukungnya, BERSINAR bukan sekadar jargon. Mereka mengusung harapan adanya perubahan di berbagai sektor, terutama pelayanan masyarakat dan penguatan ekonomi warga.
- BACA JUGA : 2.992 Jawara GEMPHAR (Tim Pemenangan H.Ruslani, SH) Siap Mengguncang Sukadanau
- BACA JUGA : Turun Langsung ke Titik Api, Kapolda Pimpin Pemadaman Karhutla di Palangka Raya
- BACA JUGA : BUMN Merugi, Kontraktor Lokal Menonton: Siapa Sebenarnya Menikmati Proyek Raksasa Rehab-Rekon Aceh?
Lapangan Pasir Tangkil pun menjadi saksi bagaimana dukungan terhadap Paslon Nomor 3 dikonsolidasikan secara terbuka.
Di sisi lain, kehadiran unsur TNI, Polri, Bhabinkamtibmas dan simpatisan menjadi pengingat bahwa semarak pesta demokrasi harus tetap berada dalam koridor keamanan dan ketertiban.
Bhabinkamtibmas mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban, baik selama kegiatan maupun setelahnya.
“Siapapun nantinya yang terpilih adalah pilihan masyarakat. Mari kita sukseskan pesta demokrasi dan tetap menjaga persatuan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kini panggung politik Desa Muktijaya semakin terbuka. Dukungan boleh menggema, massa boleh memadati lapangan, slogan perubahan boleh dikumandangkan—namun mandat kepemimpinan tetap akan ditentukan oleh suara masyarakat pada hari pemilihan.
Pertarungan menuju kursi Kades Muktijaya 2026–2034 pun semakin menarik untuk disimak.
Pasir Tangkil sudah bersuara. Tinggal masyarakat yang menentukan ke mana arah Muktijaya berikutnya.
(RH)





