ADVERTISEMENT
Mitra Polri
Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
No Result
View All Result
Mitra Polri
No Result
View All Result
  • Polri
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • Lintas Provinsi
  • Mitra Polri TV
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Provinsi Jawa Barat
proyek Rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet, Kabupaten Bogor, yang dikerjakan melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

proyek Rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet, Kabupaten Bogor, yang dikerjakan melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rp6,69 Miliar Digelontorkan, Jalan Cileungsi–Cibeet Malah Bikin Warga Terjebak: Siapa yang Bertanggung Jawab?

by mitrapolri.com
19 September 2026 | 16:42 WIB
in Jawa Barat

Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com |

Miliaran rupiah digelontorkan untuk membangun jalan, tetapi masyarakat justru harus membayar dengan waktu, kemacetan, dan terganggunya aktivitas ekonomi.

Inilah yang menjadi sorotan pada proyek Rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet, Kabupaten Bogor, yang dikerjakan melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

Nilai kontraknya bukan kecil. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6.693.090.991 untuk pekerjaan tersebut, dengan penyedia jasa CV. Aspirasi Luhur.

Berdasarkan dokumen pekerjaan, kontrak ditandatangani pada 8 Juni 2026 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Lokasi pekerjaan berada di Ruas Jalan Cileungsi–Cibeet, Kabupaten Bogor, yakni KM JKT 73+671–73+846 dan KM JKT 74+920–75+080.

Namun persoalan kemudian muncul di lapangan.

ADVERTISEMENT

Proyek yang seharusnya menghadirkan kemudahan justru membuat pengguna jalan harus berhadapan dengan penyempitan badan jalan dan hambatan arus lalu lintas.

Pertanyaannya sederhana tetapi menohok:

Uang rakyat sudah miliaran, lalu progresnya sudah sampai mana?

Hingga 17 September 2026, waktu kontrak telah berjalan sekitar 101 hari kalender sejak tanggal kontrak. Secara hitungan kalender masih terdapat sekitar 49 hari dari masa kontrak 150 hari.

  • BACA JUGA : TTI Sorot Tender Rp14,4 Miliar PPI Krueng Mane: Pola Harga Tiga Peserta Nyaris Identik, Dugaan Persaingan Semu Perlu Dibongkar

  • BACA JUGA : Proyek Rp6,69 Miliar Jalan Cileungsi–Cibeet Disorot: Sisa 25 Hari Progres Masih Jauh dari Selesai, Pajak Rakyat Jangan Sampai Terbuang Percuma

  • BACA JUGA : Polda Kalteng Optimalkan Pemadaman Karhutla di Manduhara Ujung dengan Cairan X-Fire

Tetapi berdasarkan kondisi pekerjaan yang terlihat di lapangan, progres fisiknya dipertanyakan karena dinilai masih jauh dari penyelesaian.

Di sinilah fungsi pengawasan menjadi penting.

Apakah progres fisik sudah sesuai dengan rencana pekerjaan?

ADVERTISEMENT

Apakah pelaksanaan masih berada dalam jalur waktu kontrak?

Apa kendala yang menyebabkan pekerjaan terlihat belum optimal?

Dan apakah pengaturan lalu lintas selama proyek sudah benar-benar mempertimbangkan kepentingan masyarakat?

Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi papan proyek, angka miliaran rupiah, dan janji pembangunan—sementara hasil fisiknya masih harus ditunggu.

Jangan Jadikan Rakyat Sebagai Korban

Pembangunan jalan tentu sangat dibutuhkan. Tidak ada masyarakat yang menolak infrastruktur yang bermanfaat.

Namun pembangunan menggunakan uang publik harus menghasilkan manfaat publik pula.

Penyempitan jalan yang berlangsung selama pekerjaan dapat berdampak langsung terhadap mobilitas warga. Kendaraan yang tertahan berarti waktu yang hilang. Bagi pekerja, pelaku usaha, pengangkut barang, hingga UMKM, keterlambatan tersebut dapat berubah menjadi biaya tambahan dan kehilangan pendapatan.

Time is Money!

Ketika satu ruas jalan menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, setiap hambatan memiliki konsekuensi ekonomi.

Karena itu, pekerjaan konstruksi tidak cukup hanya mengejar penyelesaian fisik. Keselamatan pengguna jalan, kelancaran lalu lintas, mutu pekerjaan, dan ketepatan waktu juga merupakan bagian dari tanggung jawab pelaksanaan proyek.

Publik Berhak Bertanya

Dengan nilai kontrak mencapai Rp6,69 miliar, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang transparan mengenai progres pekerjaan.

Bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi justru agar pembangunan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.

Pihak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I, serta pengawas pekerjaan diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai progres aktual proyek tersebut.

Berapa persen progres fisiknya saat ini?

Apakah sesuai dengan kurva rencana?

Apakah ada deviasi antara progres rencana dan realisasi?

Apa kendala yang dihadapi penyedia jasa?

Dan apakah pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu kontrak?

Pertanyaan itu bukan sekadar kritik.

Itu adalah bagian dari hak masyarakat untuk mengetahui bagaimana uang rakyat sebesar Rp6,69 miliar digunakan.

Sebab jangan sampai pembangunan yang semestinya memperlancar kehidupan masyarakat justru terlalu lama membuat masyarakat terjebak di jalan yang sedang dibangun.

Anggaran boleh miliaran. Proyek boleh besar. Tetapi manfaat untuk rakyat harus lebih besar. Jangan biarkan pajak rakyat berubah menjadi kemacetan rakyat.

Kini publik menunggu: jalan ini akan selesai tepat waktu, atau kembali menyisakan tanda tanya?

(RH)

Share2SendShare

Berita Terkait

Progres pegerjaan proyek rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet yang menelan anggaran Rp6.693.090.991
Jawa Barat

Proyek Rp6,69 Miliar Jalan Cileungsi–Cibeet Disorot: Sisa 25 Hari Progres Masih Jauh dari Selesai, Pajak Rakyat Jangan Sampai Terbuang Percuma

18 September 2026 | 12:31 WIB

Kabupaten Bogor, Jawa Barat - Mitrapolri.com| Proyek rekonstruksi Jalan Cileungsi–Cibeet yang menelan anggaran Rp6.693.090.991 kini mulai menjadi sorotan. Bukan semata...

Read more
Jawa Barat

Pasir Tangkil Meledak! Ribuan Pendukung Aca Suryana Kepung Lapangan, BERSINAR Tantang Perubahan Muktijaya

16 September 2026 | 21:26 WIB

Bekasi, Jawa Barat - Mitrapolri.com | Bukan sekadar kumpul-kumpul! Lapangan Pasir Tangkil Desa Muktijaya berubah menjadi lautan pendukung Paslon Nomor...

Read more
sebanyak 2.992 orang yang tergabung dalam GEMPHAR (Gerakan Masyarakat Pemenangan H. Ruslani, SH) menyatakan siap bergerak untuk mengantarkan calon pilihannya menuju Kursi Nomor 1 Desa Sukadanau.
Jawa Barat

2.992 Jawara GEMPHAR (Tim Pemenangan H.Ruslani, SH) Siap Mengguncang Sukadanau

14 September 2026 | 20:46 WIB

Bekasi, Jawa Barat - Mitrapolri.com|  SIAPA KITA...? GEMPHAR! Teriakan perubahan mulai menggema dan bergetar di Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi. Bukan...

Read more
Mengusung Perubahan Menuju Kursi No.1 Desa Sukadanau Calon Kuat Kades Pilihan Masyarakat.
Jawa Barat

2.992 Orang GEMPHAR Bergerak! H. Ruslani, SH Bidik Kursi Nomor 1 Desa Sukadanau

12 September 2026 | 07:42 WIB

Bekasi, Jawa Barat - Mitrapolri.com | Siapa Kita...? GEMPHAR! Gaung perubahan mulai menggema di Desa Sukadanau. Sebanyak 2.992 orang yang...

Read more

Berita Terkini

Nasional

Luar Biasa, Polda Kalteng Raih 4 Penghargaan Kompolnas Award 2026

19 September 2026 | 17:18 WIB
Kalimantan Tengah

Cek Titik Hotspot, Polsek Pahandut Lanjutkan Pemadaman Karhutla di Km 12

19 September 2026 | 17:07 WIB
Kalimantan Tengah

Quick Respons Laka Lantas, Polsek Sabangau Datangi TKP di Jalan Mahir Mahar

19 September 2026 | 17:03 WIB
Kalimantan Tengah

Satlantas Polres Kotim Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

19 September 2026 | 16:59 WIB
Sumatera Utara

Atasi Karhutla di Lahan Gambut, Kapolda Kalteng Gunakan X-Fire untuk Percepat Pemadaman

19 September 2026 | 16:50 WIB
Sumatera Utara

HUT ke-81 TNI, 250 Warga dan Siswa di Pematangsiantar Belajar Bantuan Hidup Dasar, Bidik Rekor MURI

19 September 2026 | 16:46 WIB
Jawa Barat

Rp6,69 Miliar Digelontorkan, Jalan Cileungsi–Cibeet Malah Bikin Warga Terjebak: Siapa yang Bertanggung Jawab?

19 September 2026 | 16:42 WIB
Aceh

TTI Sorot Tender Rp14,4 Miliar PPI Krueng Mane: Pola Harga Tiga Peserta Nyaris Identik, Dugaan Persaingan Semu Perlu Dibongkar

18 September 2026 | 12:40 WIB
Jawa Barat

Proyek Rp6,69 Miliar Jalan Cileungsi–Cibeet Disorot: Sisa 25 Hari Progres Masih Jauh dari Selesai, Pajak Rakyat Jangan Sampai Terbuang Percuma

18 September 2026 | 12:31 WIB
Kalimantan Tengah

Polda Kalteng Optimalkan Pemadaman Karhutla di Manduhara Ujung dengan Cairan X-Fire

18 September 2026 | 08:06 WIB
Kalimantan Tengah

Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Gelar Donor Darah

18 September 2026 | 08:02 WIB
Kalimantan Tengah

Pondok Baca Melek Huruf Meningkatkan Antusias Anak-anak Dalam Membaca

18 September 2026 | 08:00 WIB
  • About Us
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini

No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini