Bekasi, Jawa Barat – Mitrapolri.com|
Program Makanan Bergizi Nasional yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia menuai sorotan di lapangan. Program yang bertujuan mencegah stunting serta memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui ini diduga belum berjalan merata.
Sejumlah pihak menyoroti adanya perbedaan pelayanan dalam pelaksanaan program tersebut antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pemerataan program yang sejatinya ditujukan bagi seluruh anak Indonesia.
Salah satu informasi mengenai hal tersebut disampaikan oleh pihak yayasan dari SDIT Al-Fattah serta SMP–SMK Darma Asih yang berlokasi di Jalan Sampora Pasir Randu, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Pihak yayasan menyebutkan bahwa terdapat perbedaan dalam pelayanan menu makanan yang diterima siswa.
- BACA JUGA : Polri Tebar Kebahagiaan, Rumkit Bhayangkara Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja Baju Lebaran
- BACA JUGA : Urus Sim Tak Perlu Jauh-jauh, Sat Lantas Polres Seruyan Hadirkan Layanan di Hanau
- BACA JUGA : Kapolda Kalteng Apresiasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah Pemprov, Wujudkan Stabilisasi Harga Bahan Pokok
“Kami melihat adanya perbedaan dalam pelaksanaan program makanan bergizi ini antara sekolah negeri dan swasta. Padahal pada dasarnya semua siswa adalah anak Indonesia yang memiliki hak yang sama,” ujar salah satu perwakilan yayasan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda seharusnya dilaksanakan secara adil dan merata tanpa membedakan status sekolah.
Jika benar terdapat perbedaan dalam implementasi program tersebut, maka hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesenjangan dalam pemenuhan hak gizi bagi peserta didik.
Masyarakat pun berharap pemerintah serta instansi terkait dapat memberikan klarifikasi sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan Program Makanan Bergizi Nasional benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni untuk seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
(RH)




