Aceh Utara, Aceh – Mitrapolri.com
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan Bersama.
Kepengurusan di FKUB mulai dari pusat sampai ke tingkat pemerintahan paling rendah yaitu lurah atau kepala desa telah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 9 Tahun 2006.
FKUB Kabupaten Aceh Utara dalam program ”FKUB Go to School Edisi ke 3 dengan tema Bersinergi Memperkuat Diri dan Menyelematkan Generasi dari Bahaya Game dan Judi Online serta Jual Beli Chip, mengunjungi SMA Negeri 3 Putra Bangsa pada hari Jum’at, 29 Oktober 2021.
Kepala SMAN 3 Putra Bangsa, Zulkifli, M.Pd pada sesi pembukaan menyampaikan bahwa,
“Permainan Game dan Judi online adalah musuh besar kita, penghancur generasi muda. Siswa-siswa sekalian, bahwa permainan sejenis game, judi, chip yang digandrungi kaum pelajar saat ini adalah musuh kita bersama dan itu bukan karakter kita. Siswa-siswa SMA Unggul dipersiapkan untuk menjadi estafet kepemimpinan di masa depan, jadi jangan kalian musnahkan harapan itu hanya karena permainan semu di dunia maya, tapi kalian menjerumuskan diri menuju kehancuran di dunia nyata. Kalian harus mampu mengatur waktu sebaik-baiknya demi meraih mimpi-mimpi indah dimasa mendatang. Bahwa kesuksesan kalian dimasa mendatang akan terlihat dari kerja nyata kalian dihari ini. Hari ini adalah cerminan masa depanmu,” pungkasnya.

Pada sesi Tausih yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, H. Salamina, S.Ag., MA menyampaikan bahwa genarasi muda tidak boleh terlena dengan program bangsa barat yang hendak meruntuhkan mental genarasi muda dengan berbagai program seperti Game dan Judi Online yang sangat marak digeluti oleh generasi muda.
Generasi muda Islam harus konsisten membentuk karakter pribadi yang mencerminkan nilai-nilai yang sesuai dengan tuntunan Syariat Islam. Game dan Judi Online serta jual beli chip telah diharamkan oleh MPU Aceh, sehingga generasi muda Aceh harus terbebas dari hal-hal yang dilarang dalam Syariat Islam. Generasi Muda Islam harus mampu melawan tantangan zaman menuju hidup yang lebih baik dan Islami.
- Baca Juga : Sambut Hari Sumpah Pemuda, Sahabat Ilham Pangestu Menyerahkan Pedoman Hidup Manusia ke Pesantren Mata Ie
”Setiap zaman, tantangan hidup selalu ada, berusahalah menjemput takdir dengan berikhtiar dan berdo’a. Bermimpilah setinggi langit, kalaupun kalian jatuh, jatuhnya diantara bintang. Mimpi kalian hari ini cerminan di hari depan kalian”, ungkap H. Salamina.
”Sebagai perbandingan kalau genarasi muda sekarang menghabiskan sebagian besar waktu malam untuk begadang di warkop atau cafe, bangun tidur pagi matanya bengkak. Sementara di zaman Rasulullan dan para sahabat-Nya mereka begadang dan ketika bangun pagi kakinya bengkak karena terlalu lama berdiri dalam melaksanakan ibadah shalat sunnah di malam hari”, demikian tutupnya dalam sesi tausih H. Salamina.
Kesan mendalam disampaikan Bapak Kakankemenag Kab. Aceh Utara kepada Mitrapolri.com bahwa “Saya kagum pada karakter siswa-siswa di SMAN 3 Putra Bangsa, dimana di pagi hari ketika saya sudah berada di sekolah ini, saya melihat para siswa, ketika sudah memasuki pekarangan sekolah, mereka turun dan mendorong sepeda motor menuju tempat parkiran. Lebih terkesima lagi ketika mereka bersalaman dengan saya dan para guru mereka saat berpapasan”, demikian tutur H. Salamina, S.Ag., MA.
- Baca Juga : Kapolres Simalungun AKBP Nicolas D.A., S.H., S.I.K., M.H., Pimpin Apel Pagi di Polsekta Tanah Jawa
Untuk itu kepada genarasi muda Aceh harus mampu melawan pengaruh zaman yang sehingga dapat membawa keselamatan, kesuksesan meningkatkan harkat dan martabat Aceh diantara bangsa-bangsa lain yang bermartabat di seantero dunia.
Sebagai solusi FKUB pada kesempatan tersebut menawarkan solusi dengan meluncurkan sebuah program yaitu Mensantrikan Generasi Muda Usia Belajar (18 tahun kebawah). Harapan kita melalui program tersebut aspirasi para generasi muda usia belajar dapat tersalurkan terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh dunia global dengan menanamkan aqidah yang benar, nilai dan norma agama yang sesuai dengan tuntunan syar’i sehingga mereka dapat bersanding dengan perubahan dan mampu menjawab tantangan zaman.
(ABDUL RAZAK)




