Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com |
Langkah tegas dan terukur ditunjukkan Pemerintah Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dalam memerangi penyakit mematikan Tuberkulosis (TBC ), Bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas setempat, digelar Skrining Sistematis Tuberkulosis yang menyasar langsung masyarakat, Kamis (16/04/2026).
Program ini bukan sekadar pemeriksaan biasa, melainkan aksi nyata memburu “silent killer” yang kerap luput dari perhatian. Warga berbondong-bondong mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari deteksi gejala, pemeriksaan fisik, hingga rontgen dada bagi yang terindikasi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Situsari Dahlan, Camat Cileungsi Drs. Adi Henryana AP, M.Si, jajaran aparatur desa, tenaga kesehatan Puskesmas Cileungsi, linmas, bhabinkamtibmas, serta masyarakat yang antusias memanfaatkan layanan ini.
Tak hanya pemeriksaan, petugas kesehatan juga melakukan edukasi masif terkait bahaya TBC mulai dari etika batuk, pola hidup sehat, hingga pentingnya disiplin menjalani pengobatan. Warga yang terindikasi langsung ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel dahak guna memastikan penanganan cepat dan tepat.
- BACA JUGA : Kurve Serta Silaturahmi Ulama, Pemdes Karanggan Perkuat Kekompakan dan Spirit Kebersamaan
- BACA JUGA : Hadir Lebih Dekat, Posyandu Keliling Rumkit Bhayangkara Sapa Warga Kawasan Mendawai
- BACA JUGA : “Ratakan Sumut” Gaungkan Anti IRET, 500 Sekolah Ikuti Sosialisasi Daring
Kepala Desa Situsari, Dahlan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi alarm penting bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh TBC.
“Ini bukan penyakit biasa. Deteksi dini adalah kunci. Kami minta warga jangan takut periksa, justru ini untuk melindungi keluarga dan lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Cileungsi, Adi Henryana, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor tersebut.
“Ini langkah strategis dan konkret. Skrining seperti ini harus terus digencarkan untuk menekan penyebaran TBC di wilayah Cileungsi,” ujarnya.
Dari sisi medis, tenaga kesehatan menekankan bahwa Tuberkulosis masih menjadi ancaman serius yang bisa menyerang siapa saja. Tanpa deteksi dini, penyebaran bisa semakin luas dan sulit dikendalikan.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan terlambat. Pemerintah Desa Situsari pun berkomitmen menjadikan program ini berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman Tuberkulosis.
Situsari bergerak, TBC ditekan — masyarakat pun diselamatkan.
(RH)




