Nagan Raya, Aceh – Mitrapolri.com |
Kerusakan lingkungan semakin parah, ratusan hektar bantaran sungai dan hutan di sejumlah kecamatan dalam kabupaten Nagan Raya porak poranda akibat dari penambangan emas ilegal yang menggunakan ratusan alat berat ekscavator tanpa melakukan reklamasi.
Hal ini terlihat di desa Alue Buloh, Kecamatan Seunagan yang tak jauh dari ibukota Suka Makmue Nagan Raya. Puluhan alat berat bekerja siang dan malam tanpa pengawasan pihak terkait.
- BACA JUGA : Hacker di OKI Kuras Dana Sekolah Nyaris Rp1 Miliar, Polisi Amankan 4 Pelaku
- BACA JUGA : Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Amankan Pria di Bilah Hulu Kasus Narkoba
- BACA JUGA : Danrem 022/PT Pimpin Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Serta Pelantikan Kenaikan Pangkat Bintara dan Tamtama
Begitupun yang terlihat di kecamatan seunagan timur, di Desa Tuwi Meulesung, Kandeh dan desa kila, sementara kerusakan lingkungan terparah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Beutong yaitu kawasan wisata krueng isep, pante ara dan juga dikaki gunung singgah mata.
Puluhan alat berat beroperasi secara terang-terangan dengan menggali tebing gunung untuk mencari material emas. Sejumlah warga kecamatan Beutong mengkhawatirkan akan terjadi bencana tanah longsor besar-besaran yang akan menimpa warga sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Nagan Raya, Teuku Teddy Surahman yang dikonfirmasi Jum’at (03/04/26) melalui handphone selulernya memilih bungkam dan tidak merespon hingga berita ini ditayangkan.
(T. Ridwan)




