Nagan Raya, Aceh – Mitrapolri.com |
Ketidakseriusan manajemen dalam menanggapi tertundanya pembayaran TC untuk ASN disinyalir memang tidak terlalu di hiraukan, mengingat para pejabat Manajemen sudah memperoleh Tunjangan lainnya dan angkanya pun jauh lebih besar.
Salah seorang ASN yang enggan disebut namanya, Kamis (25/06/26) menyebutkan, seharusnya tugas manajemen mengurus hak dan kewajiban untuk semua staf bukan hanya untuk mereka sendiri sungguh diluar dugaan.
“Besar harapan kami melalui media, kami ingin menyampaikan aspirasi kami bahwa inilah yang kami hadapi saat ini”, tuturnya.
” Jangankan TC, untuk uang jaga malam Dokter dan Perawat saja sudah enam bulan juga belum cair, begitu juga dengan uang jaga Lebaran sudah dua tahun belum di bayar, memang uang segitu bagi pejabat manajemen tidak seberapa tapi bagi kami nakes yang bekerja sangat berarti dan berharga”, lanjutnya.
- BACA JUGA : Setengah Tahun TC ASN RSUD SIM Nagan Raya Tak Kunjung Cair, Ada Apa?!
- BACA JUGA : Di Usia ke-61, Sabang Pertegas Arah Pembangunan dan Penguatan Investasi
- BACA JUGA : Pemko Sabang Sambut Sekolah Lapang Iklim 2026, Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim
Belum lagi uang jasa pelayanan ditunda pencairannya sehubungan dengan temuan BPK bulan lalu, kami sebagai pekerja hanya berharap semoga uang jasa pelayanan segera dicairkan.
“Kami mohon kepada bapak bupati TR Keumangan untuk melihat keadaan kami, jangankan seperti janji bapak untuk menambah TC waktu kampanye dulu,sekarang makah menghilang”, tambahnya.
Bahkan sang ASN ini juga menerangkan untuk diketahui tunjangan lainnya untuk Kasi sebesar 6 Jutaan perbulan, Kabid 9 Jutaan per bulan, KTU Belasan juta perbulan, sedangkan untuk direktur mencapai angka diatas 20 Jutaan.
“Padahal dengan Tunjangan sebesar itu seharusnya maksimal melayani kebutuhan hak para staf, padahal petugaslah yang melayani masyarakat secara langsung”, pungkasnya.
Untuk itu dirinya berharap agar Bupati Nagan Raya harus bersikap tegas terhadap Direktur RSUD SIM yang telah melalaikan kewajiban karena sejauh pantauan media dalam tahun 2026 pelayanan kesehatan di RS tersebut sangat memprihatinkan dengan berbagai permasalahan yang timbul mulai dari pengelolaan limbah B3 sampai ke hak personalia yang di abaikan.
Sementara itu Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya Ir. Hizbul Watan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak ada balasan hingga berita ini ditayangkan.
(T. Ridwan, SH)




