Bandung, Jabar – Mitrapolri.com|
Ketegangan menyelimuti Pengadilan Agama Kota Bandung pada Rabu (04/03/2026). PT Lucky Square bersama aliansi Penjaga Tanah Bandung (PTB) secara terbuka menyatakan perlawanan terhadap Bank Syariah Indonesia (BSI) atas dugaan ketidakadilan yang dinilai jauh dari nilai-nilai ekonomi Islam.
Sidang 4 Maret: Babak Baru Perlawanan
Usai mengikuti persidangan di Pengadilan Agama Bandung per tanggal 4 Maret 2026, pihak PT Lucky Square Mall menegaskan akan memperkuat pendampingan hukum. Langkah ini diambil sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “praktik perbankan yang bertolak belakang dengan aturan syariat.”
Dalam pernyataan persnya, perwakilan PT Lucky Square menyebut bahwa label “Syariah” yang digunakan BSI diduga hanya menjadi kedok untuk menjalankan praktik yang justru memberatkan nasabah dan mencederai rasa keadilan.
Poin Utama Perlawanan
Inkonsistensi Syariah: Pihak penggugat menilai adanya mekanisme yang diterapkan BSI dalam kasus sengketa ini tidak mencerminkan prinsip bagi hasil atau keadilan yang menjadi fondasi perbankan syariah.
- BACA JUGA : Quick Respon Laka Lantas di Kalampangan, Polsek Sabangau Langsung Evakuasi Korban ke RSUD
- BACA JUGA : Pastikan Program MBG Tepat Sasaran, Satsamapta Polresta Palangka Raya Lakukan Pengawalan Distribusi
- BACA JUGA : Rakernis Propam 2026, Kapolda Kalteng: Fungsi Propam Sebagai Garda Terdepan Jaga Kehormatan Profesi
Keterlibatan PTB: Penjaga Tanah Bandung (PTB) turut turun tangan untuk mengawal kasus ini, menganggap adanya potensi ketidakadilan agraria dan ekonomi yang dapat merugikan aset-aset lokal di Bandung.
Pendampingan Hukum Maksimal
Laporan Temuan Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai di Wilayah Padalarang
Pihak Lucky Square Mall memastikan akan melakukan langkah hukum agresif guna membuktikan adanya pelanggaran aturan syariah dalam klausul yang disengketakan.
“Kami tidak hanya bicara soal materi, tapi soal integritas sistem syariah yang kami duga telah diselewengkan. Jika praktiknya menindas, di mana letak syariahnya?” ujar salah satu koordinator aksi di depan gedung pengadilan.
Langkah Selanjutnya
Kasus ini diprediksi akan menarik perhatian publik luas karena melibatkan institusi perbankan syariah terbesar di Indonesia dan aset komersial strategis di Kota Bandung. Pihak PTB dan Lucky Square menyatakan tidak akan mundur hingga mendapatkan keadilan yang sesuai dengan koridor hukum positif dan hukum Islam.
(RH)




