Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |
Transparansi Tender Indonesia (TTI) meminta pihak manajemen Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh menyelesaikan isu isu miring yang beredar kencang ditengah masyarakat, jika isu liar ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan menggangu pelayanan masyarakat.
Pengadaan Obat dan alat alat kesehatan dari tahun ketahun menjadi perhatian publik dikarenakan banyaknya permainan atau yang bermain didalamnya, jika dilihat dari SiRUP LKPP milik RSUZA ratusan milyar dana BLUD digunakan untk pengadaan obat dan barang habis pakai.
- BACA JUGA : TTI Menyambut Positif Niat KPK Membongkar Praktek Korupsi Pada Kegiatan Pokir Dewan
- BACA JUGA : Rumah Garam Aceh Membangun Ekonomi Desa
- BACA JUGA : Satresnarkoba Polres Seruyan Ungkap Peredaran Sabu di Kuala Pembuang, 86 Paket Sabu dan Seorang Wanita Diamankan
Tidak ada makan siang gratis kalimat tersebut sering digunakan untuk sebuatan balas jasa, misalnya ada kelompok timses yang punya jasa untuk menempatkan seseorang menjadi pejabat nanti setelah jadi mereka mereka akan memanfaatkan pejabat tersebut agar memenuhi keinginan mereka seperti pada penunjukan rekanan sebagai pemasok barang di instansi tersebut.
Pengadaan Barang dan Jasa pada sebuah Rumah Sakit sangat menggiurkan siapa saja karena nilainya yang sangat besar, misalnya Clening Service, Makanan pasien sekarang pengadaannya tidak melalui tender lagi melainkan melalui Ekatalog.
Kepada Manajemen baru, TTI meminta Transparan dan terbuka dalam mengelola dana BLUD jangan sampai ada pihak lain yang bisa mengendalikan Pimpinan atau Direktur Rumah Sakit. Seperti pengamatan TTI di Rumah Sakit ZA terdapat kelompok kelompok dan jika dibiarkan akan berpengaruh pada pelayanan masyarakat.
sumber : Nasruddin Bahar (Koordinator TTI)




