Mitra Polri
Kamis, Juni 4, 2026
No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi
No Result
View All Result
Mitra Polri
No Result
View All Result
  • Polri
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • Lintas Provinsi
  • Mitra Polri TV
  • Kriminalitas
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Provinsi Aceh

Kasus Pencemaran Nama Baik Wali Kota Langsa, Cut Lem dan Pengacaranya Baca Duplik di PN Langsa

by mitrapolri.com
12 April 2022 | 07:07 WIB
in Aceh

Langsa, Aceh – Mitrapolri.com

Sidang kasus pencemaran nama baik dan pemerasan tentang dugaan perbuatan mesum Walikota Langsa digelar di Pengadilan Negeri Langsa dengan agenda pembacaan “Duplik” oleh Muslim, SH alias Cutlem dan Pengacaranya Muslim Agani, SH.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Silvia Ningsih SH, MH, Hakim anggota I (satu) Tini Darmayanti, SH (ibu Wakil), dan Hakim anggota II (dua) Ahmad Fahrizal, SH, MH berlangsung di Pengadilan Negeri Langsa, Senin (11/04/2022).

Dalam membacakan Duplik, terdakwa Muslim, SE yang akrab disapa Cut Lem itu menyampaikan bahwa apa yang disampaikan jaksa banyak yang ngawur dan tidak ada dalam kejadian yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Cut Lem, Jaksa hanya mendengar dari keterangan keterangan saksi-saksi yang katanya-katanya karena keterangan-keterangan saksi banyak yang bohong dan mengada-ada.

Seperti keterangan saksi saudara AF, yang mengatakan bahwa saudara Muslim, SE ingin mengganti saudara Abdurahman Puteh sebagai ketua pajak ikan, apabila Walikota UA tidak bisa menyanggupinya maka masalah ini akan dibuka ke publik.

“Faktanya untuk menjadi Ketua Pajak Ikan harus melalui proses pemilihan, mencalonkan diri dan dipilih oleh warga pajak ikan tidak ada kaitannya dengan Walikota Langsa, bahkan tradisi ini jauh sebelum saudara Usman Abdullah menjadi Walikota Langsa,” ujar Cut Lem dalam persidangan.

ADVERTISEMENT

Menurut Cutlem, apa yang dirilis oleh terdakwa Cut Lem di media berdasarkan pengakuan saudari Nuraina, bukan pernyataan Cut Lem dan tidak ada yang ditambah dan di kurangi, sesuai dengan bukti video pengakuan saudari Nuraina dan surat pernyataan saudari Nuraina.

“Kalau memang ini fitnah, saudari Nuraina lah yang fitnah. Kalau untuk membuktikan, saudari Nuraina lah yang harus membuktikannya, karena saudari Nuraina yang mengatakan bahwa dirinya dilecehkan oleh Walikota Langsa”, ujarnya.

Jika memang ini fitnah, seharusnya Walikota Langsa melaporkan siapa saja yang terlibat terutama saudari Nuraina sebagai sumber dan yang mengatakan Walikota Langsa melakukan pelecehan terhadap dirinya.

“Tetapi sampai saat ini, Walikota Langsa tidak berani melaporkan saudari Nuraina. Malah Walikota Langsa berkolaborasi dengan saudari Nuraina seperti sandiwara keledai. Berarti apa yang dikatakan saudari Nuraina benar bahwa Walikota Langsa tidak akan berani melaporkan dirinya (Nuraina) karena kalau AI (sapaan akrab Nuraina) dilaporkan maka AI akan buka dan ceritakan semuanya,” papar Cut Lem di Persidangan.

“Jadi, Nuraina lah sumber segala sumber. Tapi sampai hari ini Walikota Langsa tidak berani melaporkan Nuraina. Karena Nuraina mengatakan apabila Walikota Langsa UA melaporkan Nuraina akan buka semua cerita” ungkapnya.

Terkait tanggapan Jaksa Penuntut Umum Eduardo, SH, MH yang meragukan ke aslian atau keabsahan SK DPD Kibar seperti diberitakan di beberapa media online lokal, Cut Lem mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan hal tersebut ke DPP Kibar dan Ketua serta jajaran Pembina Kibar merespon berita tersebut.

  • BACA JUGA : Longsor di Kecamatan Permata Bener Meriah Mengakibatkan Dua Orang Meninggal Dunia
  • BACA JUGA : Apresiasi Mahasiswa, Polri Pastikan Demo 11 April Berjalan Kondusif dan Jaga Momentum Ramadhan
  • BACA JUGA : Polres Dairi Tangkap Pelaku Pengangkutan BBM Solar Subsidi

“Jaksa Penuntut Umum yang terhormat Eduardo, SH, MH untuk tidak menjustice dan tidak mengkebiri tugas dan fungsi LSM kibar dan DPP kibar pusat memerintahkan DPD kibar Aceh untuk segera melaporkan jaksa penuntut umum Edward ke Kejagung dan Jamwas serta ke Ketua Pembina DPP Kibar Pusat yaitu Jenderal Purnawirawan Wiranto yang sekarang menjabat ketua Wantimpres bila perlu juga dilaporkan ke presiden”, ujar nya.

ADVERTISEMENT

Cut Lem juga menyampaikan keluhan Almarhum Ibnu Hajar, SH (Terdakwa 2) dari mulai pelimpahan tahap II dari Polda Aceh ke Kejari Langsa bahwa Ibnu Hajar mengaku sering mendapatkan ancaman dan intimidasi dari orang-orangnya Walikota Langsa dan meminta Ibnu Hajar untuk mengklarifikasi dan meminta maaf.

“Setiap sehari sebelum menjalani sidang, almarhum Ibnu Hajar, SH selalu mendatangi rumah Cut Lem untuk menyampaikan bahwa dirinya tidak kuat dan tidak tahan lagi karena selalu diancam. Ibnu Hajar juga meminta agar Cut Lem tidak membantah semua keterangan saksi-saksi yang di ajukan dari pihak Walikota Langsa, bacanya.

“Karena apabila Cut Lem membantah keterangan saksi, maka Walikota Langsa akan memberikan hukuman berat kepada kami berdua. Karena persidangan sudah dikondisikan oleh Walikota Langsa, jadi yang menentukan hukuman kami adalah Walikota Langsa bukan Jaksa atau Hakim”, beber Cutlem.

Cut Lem juga menyampaikan bahwa almarhum Ibnu Hajar mengaku terpaksa memberikan pernyataan yang dimuat beberapa media online lokal dan cetak terbitan Medan tentang perbuatan mesum itu hanyalah opini dan fitnah terdakwa Muslim, SE serta ada kaitannya dengan politik untuk menjatuhkan nama baik Walikota Langsa.

“Sambil menangis, almarhum Ibnu Hajar menyampaikan permohonan maaf kepada Cut Lem atas pernyataannya yang di muat dibeberapa media. Almarhum Ibnu Hajar mengaku bahwa ia terpaksa melakukannya karena dirinya ditekan dan selalu diancam bunuh serta diintimidasi,” terangnya.

Sebelum sidang sampai tahap pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Ibnu Hajar sudah menyampaikan kepada Cut Lem bahwa mereka akan di hukum 2 tahun penjara jika Cut Lem terus membantah keterangan saksi dari pihak Walikota Langsa.

“Ternyata apa yang disampaikan oleh almarhum Ibnu Hajar benar adanya. Jaksa menuntut 2 tahun penjara kepada kami berdua,” tuturnya dalam persidangan.

“Setelah mendengar tuntutan Jaksa 2 tahun penjara, almarhum Ibnu Hajar menemui Cut Lem dan sambil menangis ia mengatakan bahwa setelah putusan nanti kami akan ditunggu di Lapas untuk dihabisi. Almarhum mengaku sudah tidak sanggup dan tidak kuat lagi menghadapi masalah ini,” ungkapnya.

“Bahkan, 5 hari sebelum meninggal, almarhum Ibnu Hajar juga menemui Pengacara Muslim A. Gani untuk mengatakan dan menceritakan hal yang sama,” tutupnya.

Liputan : FADLI

Share11SendShare

Berita Terkait

Realisasi APBA 2026 per SKPA 21 Mei 2026
Aceh

Sekretariat DPRA Mengelola Anggaran APBA 2026 Mencapai Rp228 Milyar

23 Mei 2026 | 08:24 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Transparansi Tender Indonesia (TTI) melalui Tim Investigasi IT menemukan paket-paket yang anggarannya mencurigakan alias...

Read more
Nasruddin Bahar (Koordinator TTI)
Aceh

KPK ke Aceh Hanya Sekedar Memberikan Ceramah, Bukannya Penindakan Laporan Masyarakat

21 Mei 2026 | 15:09 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyorot tajam kegiatan KPK di Aceh pada Rakor Pencegahan Korupsi...

Read more
Nasruddin Bahar (Koordinator TTI)
Aceh

TTI Mendesak KPK Mengusut Paket Paket Pokir Tahun Anggaran 2025 Diduga Banyak yang Fiktif

21 Mei 2026 | 14:56 WIB

Banda Aceh, Aceh - Mitrapolri.com | Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindak lanjuti laporan masyarakat tentang...

Read more
Foto dengan istri korban pengeroyokan
Aceh

YLBH AKA Nagan Raya Minta Oknum Dewan Terlibat Dugaan Pengeroyokan Diproses Hukum

21 Mei 2026 | 10:12 WIB

Nagan Raya, Aceh - Mitrapolri.com | Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) AKA Nagan Raya, Muhammad Dustur, S.H., M.Kn, Kamis...

Read more

Berita Terkini

Sumatera Selatan

Antisipasi Memasuki Musim Kemarau, Polsek Indralaya Tekankan Mitigasi Karhutla dan Disiplin Personel

4 Juni 2026 | 11:03 WIB
Kalimantan Tengah

Rantai Pasok Sabu Terkuak, Satresnarkoba Polres Seruyan Amankan Terduga Pelaku dan Barang Bukti

3 Juni 2026 | 22:41 WIB
Kalimantan Tengah

Cegah Bullying di Kalangan Pelajar, Seksi Hukum Polresta Palangka Raya Berikan Penyuluhan Hukum di SMA Negeri 6

3 Juni 2026 | 22:34 WIB
Kalimantan Tengah

Satlantas Polres Kotim Sosialisasikan Edukasi Tentang Kamseltibcarlantas

3 Juni 2026 | 22:31 WIB
Sumatera Utara

Polres Samosir Ungkap 4 Kasus Narkotika Selama Operasi Antik Toba 2026, Selamatkan 1.219 Jiwa

3 Juni 2026 | 22:25 WIB
Nasional

Tekan Tingginya Angka Kecelakaan Motor, Kakorlantas Porli Ajak Komunitas Ojol Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya

3 Juni 2026 | 22:19 WIB
Jawa Barat

Putra Daerah Terpanggil Membangun Sukadanau: H. Ruslani, S.H. Siap Wujudkan Perubahan Nyata

3 Juni 2026 | 22:12 WIB
Nasional

Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Jadi Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru

3 Juni 2026 | 08:10 WIB
Nasional

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Polri Ungkap Modus Penipuan Haji Non-Prosedural Senilai Rp21,7 M

3 Juni 2026 | 08:06 WIB
Sumatera Selatan

Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Empat Satker Dukung Asta Cita dan Stabilitas Nasional

3 Juni 2026 | 08:02 WIB
Kalimantan Tengah

Polres Seruyan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Kuala Pembuang, Terduga Pemasok Berprofesi Tenaga Kesehatan

3 Juni 2026 | 07:56 WIB
Kalimantan Tengah

37 Tahun Tanpa Cacat, Kabag SDM Polres Seruyan Naik Pangkat Pengabdian jadi Kompol

3 Juni 2026 | 07:51 WIB
  • About Us
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini

No Result
View All Result
  • Polri
    • Mabes
    • Polda
    • Polres
    • Polsek
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Polres
  • Sumut
  • DKI
  • NAD
  • DIY
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Lintas Provinsi

© 2021-2024 Mitra Polri

rotasi barak berita hari ini danau toba berita terkini