Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |
Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Aceh, Bukhari, angkat bicara terkait surat TTI kepada Bappeda Aceh yang meminta Daftar Pokir DPRA dibuka ke publik.
Bukhari menyatakan dukungan penuh terhadap langkah TTI. Menurutnya, keterbukaan Dapokir adalah harga mati dalam tata kelola pemerintahan yang baik.
“Pokir itu dananya dari APBA. Yang diusulkan anggota DPRA untuk rakyat. Jadi wajar dan wajib hukumnya dibuka ke publik. Tidak ada alasan untuk ditutup-tutupi,” tegas Bukhari.
Ia menilai selama ini minimnya informasi soal Pokir menimbulkan kecurigaan publik. Banyak proyek titipan yang tidak sesuai kebutuhan daerah dan tidak diketahui masyarakat.
- BACA JUGA : LIN Aceh Angkat Bicara Terkait Pembatalan Tender Pembangunan Jembatan Krueng Baro Senilai Rp135 Miliar
- BACA JUGA : Pengenalan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) Meriahkan HUT Kabupaten Nagan Raya ke-24
- BACA JUGA : HUT ke-24 Nagan Raya: 188 Peserta Ramaikan Festival Peh Kue Karah
“Kalau dari awal dibuka, masyarakat bisa mengawasi. LSM bisa mengawal. Media bisa mengkritisi. Ini mencegah terjadinya kongkalikong dan memastikan anggaran benar-benar sampai ke yang butuh,” ujarnya.
Bukhari juga mendorong *Bappeda Aceh* segera merespon surat TTI untuk kedua kalinya tersebut. Ia meminta data Dapokir diunggah secara terbuka di website resmi Bappeda dan PPID Aceh.
“Kami minta Bappeda jangan menutup diri. Buka saja. Kalau memang Pokir itu untuk kepentingan rakyat, maka rakyat berhak tahu. Ini juga untuk melindungi nama baik anggota DPRA sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, LIN Aceh siap menjadi jembatan antara pemerintah, DPRA, dan masyarakat untuk mengawal keterbukaan ini.
“Transparansi Pokir itu amanah UU KIP dan juga arahan KPK. Jangan sampai Aceh tertinggal soal keterbukaan data. Kami dari LIN Aceh siap mengawal sampai Dapokir benar-benar bisa diakses publik,” pungkas Bukhari.
LIN Aceh adalah lembaga yang fokus pada pengawalan kebijakan publik, transparansi anggaran, dan pemberdayaan masyarakat di Aceh.
(Red/tim)




