Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com |
Tradisi Syukuran Bumi merupakan warisan leluhur yang telah berlangsung secara turun-temurun dan hingga kini masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur warga, khususnya para pengelola dan petani hasil bumi, atas limpahan rezeki dan hasil pertanian yang merupakan karunia Allah SWT.
Syukuran Bumi kali ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya Kepala Desa Singasari, Euis Sujana, S.DS, didampingi Kades Kiman. Kehadiran pemimpin desa di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian dan kedekatan seorang pemimpin dengan warganya.
Membaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan, Kades Euis Sujana memberikan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa pemimpin tidak hanya hadir di balik meja pemerintahan, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam berbagai momentum kehidupan sosial dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Kades Euis menyampaikan bahwa seluruh warga merupakan bagian dari satu keluarga besar Desa Singasari.
“Kita adalah satu keluarga besar Desa Singasari. Kita harus saling menopang, menolong dan membantu satu sama lain. Apabila ada hal-hal yang membutuhkan bantuan, segera sampaikan kepada saya maupun kepada aparat Desa,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Keterbukaan dan komunikasi langsung yang dibangun kepala desa membuat warga merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang mereka hadapi.
- BACA JUGA : APEL SENIN BUKAN AJANG GUGUR KEWAJIBAN! Kades Singasari: Bekerja dengan Hati, Masyarakat Adalah Prioritas
- BACA JUGA : PK Dikabulkan, MA Pangkas Hukuman Rachmat Fitri dari 4 Tahun Jadi 2 Tahun 6 Bulan
- BACA JUGA : Kapolda Kalteng Apresiasi Sinergi TNI-Polri di HUT Pertama Kodam XXII/Tambun Bungai
Kepedulian terhadap masyarakat juga terlihat dari pembangunan infrastruktur yang dirasakan warga di berbagai wilayah Desa Singasari. Sejumlah akses menuju permukiman yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini mulai dapat dinikmati masyarakat.
Jalan yang dahulu berlumpur, berlubang, licin dan kerap tergenang air kini telah mengalami perbaikan. Kondisi tersebut tentu memberikan perubahan nyata bagi aktivitas warga, baik bagi pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.
Bagi masyarakat, pembangunan bukan hanya tentang fisik semata, tetapi juga tentang hadirnya rasa keadilan dan perhatian pemerintah desa hingga ke tingkat RT, RW dan kedusunan.
“Terima kasih Bu Kades atas kehadirannya dalam acara Syukuran Bumi warga kami. Semoga Ibu selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus melayani seluruh warga Desa Singasari tanpa terkecuali,” ujar salah seorang warga.
Pemimpin yang hadir di tengah rakyat bukan sekadar menjalankan jabatan, tetapi sedang menanamkan kepercayaan. Sebab pengabdian yang tulus akan selalu dikenang bukan dari seberapa lama seseorang memimpin, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
(RH)




