Banyumas, Jateng – Mitrapolri.com|
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyumas melaksanakan kegiatan sosialisasi kepatuhan kelengkapan berkendara sekaligus penindakan berupa teguran terhadap pelanggaran kasat mata dan potensi kecelakaan lalu lintas dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) pagi di Jalan Dr. Angka Purwokerto, tepatnya di perempatan Karangkobar, yang merupakan salah satu jalur rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Banyumas.
Kegiatan ini menyasar jalur rawan pelanggaran dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan edukatif dan humanis.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas Kompol Harman Rumenegge Sitorus, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 mengedepankan upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat.
- BACA JUGA : Cegah Radikalisasi Pelajar, Densus 88 Polri Gandeng Cabdis Pendidikan Wilayah IV Sumut
- BACA JUGA : DPW PW-IPJI Kalteng Menerima Kunjungan Resmi DPC Pulang Pisau
- BACA JUGA : Ketua LIN Aceh: Jembatan Krueng Peudada Rp80 Miliar Baru Dibangun Sudah Retak, APH Segera Periksa dan Proses Pihak yang Terlibat dari Awal Tender Sampai Amprahan Terakhir
“Penindakan yang kami lakukan berupa teguran humanis, dengan harapan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kelengkapan kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kompol Harman.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mencatat sebanyak 13 pelanggaran yang diberikan sanksi berupa teguran, dengan rincian 3 pelanggaran penggunaan knalpot tidak standar serta 10 pelanggaran terkait TNKB dan keterlambatan pembayaran pajak STNK.
Kegiatan ini melibatkan Kanit Gakkum, Kanit Kamsel, Kasubnit Turjawali, Kasubnit Gakkum, serta anggota Satlantas Polresta Banyumas. Turut hadir pula unsur pendukung dari Bapenda Kabupaten Banyumas dan UP3D Samsat Purwokerto, sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.
Sementara itu, Kabiro Media Mitrapolri.com Banyumas Raya, Budi Santoso atau Mbah Budi, menilai pendekatan edukatif yang dilakukan Satlantas Polresta Banyumas sangat efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat.
“Edukasi dan teguran humanis seperti ini lebih menyentuh kesadaran masyarakat. Kepatuhan berlalu lintas akan tumbuh bukan karena takut sanksi, tetapi karena kesadaran akan keselamatan bersama. Media Mitrapolri mendukung penuh langkah Polri dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas,” tegasnya.
“Helm dipakai, surat lengkap, dan knalpot sesuai standar. Keselamatan bukan hanya aturan, melainkan kebutuhan,” pungkasnya.
(Budi Santoso)




