Depok, Jawa Barat – Mitrapolri.com |
Memasuki usia ke-64 tahun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Depok mengobarkan semangat reformasi total dengan mengusung tema besar: “Bakti Transportasi untuk Negeri: Melaju Bersama, Naik Kelas Bersama”. Tidak ada lagi kompromi bagi angkutan kota (angkot) yang membandel.
Organda Depok menegaskan sikap beralih ke era baru: tertib atau ditertibkan!
Pernyataan keras dan visioner tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Organda Kota Depok, Bapak Ajazih Azis, dalam perayaan HUT ke-64 Organda yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus, pengusaha, serta awakp angkutan di Depok, Selasa (30/6/2026).
Ketua Organda Depok, Bapak Ajazih Azis, menyatakan bahwa era angkot ugal-ugalan, ngetem sembarangan, dan menerobos jalur trayek harus segera diakhiri. Organda siap bersinergi penuh dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas di lapangan.
- BACA JUGA : Tak Terima Beritanya Dituding Hoaks, Wartawan Laporkan Oknum ASN RSUD SIM Nagan Raya
- BACA JUGA : TTI Soroti Konsentrasi Pengadaan Dinas Sosial Aceh, Sejumlah Penyedia Mendominasi Nilai Kontrak dan Jumlah Paket
- BACA JUGA : Wartawan Media Online Diintimidasi dan Diancam Sajam di Citra Indah Jonggol, Korban Minta Polisi Bertindak Tegas
“Kami tidak akan menoleransi lagi angkot yang melanggar aturan trayek. Penertiban ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat Depok agar mereka mendapatkan haknya: angkutan yang aman, tepat jalur, dan bermartabat. Kalau tertib, rezeki berkah dan penumpang pasti kembali percaya,” tegas Bapak Ajazih.
Selain penegakan disiplin, momentum hari jadi ini juga menjadi ajang refleksi dan penguatan internal. Suasana haru sempat menyelimuti ruangan saat Sekretaris Organda Depok, Bapak Fredy, mengajak seluruh anggota menengok kembali sejarah panjang moda transportasi di Kota Belimbing ini.
Bapak Fredy memaparkan metamorfosis angkutan Depok, mulai dari angkot perintis yang sederhana yang dulunya hanya mengantar anak sekolah, hingga kini bertransformasi menjadi urat nadi mobilitas warga yang terintegrasi dengan stasiun KRL hingga LRT.
“64 tahun mengabdi adalah bukti kita kuat karena bersatu. Hari ini adalah momentum koreksi sekaligus lompatan besar. Kita hormati sejarah, tapi mata kita harus menatap ke depan. Kita ajak seluruh awak angkot untuk ‘naik kelas’ bersama. Mari kita lanjutkan perjuangan para senior dengan cara yang lebih profesional,” pungkas Bapak Fredy membakar semangat.
(RH)




