Bogor, Jawa Barat – Mitrapolri.com |
Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Rembug Stunting yang digelar di Aula Desa Leuwikaret dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Kegiatan ini dihadiri oleh PLH Kepala Desa sekaligus Bendahara Desa, Agus S., Pendamping Desa Darson, perangkat desa, kader kesehatan, Bidan Desa Leuwikaret, serta masyarakat, terutama para ibu dan wanita usia produktif yang akan memasuki jenjang pernikahan.
Suasana rembug stunting berlangsung interaktif, Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, mulai dari masa remaja, persiapan pernikahan, kehamilan, hingga masa pertumbuhan anak.
Dalam pemaparannya, Bidan Desa Leuwikaret, Novianti, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang kurang. Dampaknya dapat memengaruhi kecerdasan, kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan. Karena itu pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut disampaikan tiga landasan utama dalam penanganan dan pencegahan stunting di tingkat desa.
- BACA JUGA : Terima Sertifikat Internasional IBDP dari IBO, Kapolri Siapkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Jadi Sekolah Unggulan
- BACA JUGA : Kakorlantas Polri Pimpin Sertijab, Kombes Pol I Made Agus Prasatya Resmi Jadi Dirgakkum Korlantas
- BACA JUGA : Terkait Penolakan Tambang di Beutong Ateuh Nagan Raya, Internal Ipelmasra Terbelah
Pertama, penanganan stunting merupakan prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam berbagai program pemerintah, termasuk Rencana Aksi Nasional Gizi dan Ketahanan Pangan.
Kedua, sesuai amanat Undang-Undang Desa, pemerintah desa memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program-program yang berpihak pada keluarga, ibu hamil, balita, dan remaja.
Ketiga, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat sebagai pelaku utama dalam menjaga pola hidup sehat dan pemenuhan gizi keluarga.
Pendamping Desa, Darson, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menganggap stunting sebagai masalah biasa.
Menurutnya, kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh perhatian terhadap kesehatan anak sejak dalam kandungan.
“Desa memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, seluruh program pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya kegiatan seremonial semata,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Leuwikaret berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat upaya pencegahan stunting, sehingga tercipta generasi masa depan yang sehat, unggul, dan mampu menjadi modal pembangunan bangsa.
(RH)




