Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |
Dinas Sosial Aceh menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan memfasilitasi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dalam pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di lima kabupaten/kota di Aceh.

Program yang akan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah Aceh.
Pembentukan KSB merupakan program pemberdayaan masyarakat yang menempatkan warga sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana.
Program ini dinilai sangat penting mengingat tingginya risiko banjir, cuaca ekstrem, serta bencana hidrometeorologi lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) bersama jajaran Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos RI dijadwalkan menghadiri peluncuran perdana program tersebut di Kota Langsa.
Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sistem kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas di Aceh.
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., melalui Subkoordinator PSKBA, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya merespons cepat rencana Kemensos RI tersebut.
Dinas Sosial Aceh jauh-jauh hari telah menginstruksikan jajarannya untuk Membentuk Tim dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna menyiapkan rekomendasi pembentukan KSB serta membentuk tim provinsi dan daerah yang akan mendukung pelaksanaan program di lapangan dari penyiapan Tempat Sosialisasi dan simulasi hingga Peyiapan sarana prasarana pendukung lainnya juga Armada Siaga bencana serta Rescue Tektikal Unit (RTU) untuk gelar Kekuatan dalam simulasi yang akan digelar dihari terakhir kegiatan.
- BACA JUGA : Nafsu Investasi Rp200 T dan Ilusi ‘Sang Raja’ Nagan Raya: Putra Tgk Bantaqiyah Menagih Darah 1999
- BACA JUGA : APEL Green Aceh: 334 Hektare Gambut Terbakar, 332 Titik Panas Terdeteksi di Nagan Raya
- BACA JUGA : Lantik 24 Pejabat, Wali Kota Sabang Tekankan Kerja Ikhlas dan Disiplin
Setiap KSB akan melibatkan 60 relawan yang berasal dari desa-desa rawan bencana di wilayah kecamatan setempat.
Para relawan akan memperoleh pelatihan komprehensif mengenai manajemen bencana, pengelolaan risiko berbasis masyarakat, identifikasi ancaman dan kerentanan, penyusunan rencana aksi, pembuatan peta kawasan rawan bencana,
penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan gardu sosial, hingga pengelolaan lumbung sosial.
Materi tersebut di Isi Oleh Para Pakar Nasional dan Daerah dan akan diuji melalui gladi lapangan dan simulasi kebencanaan.
Selain itu, relawan juga dibekali keterampilan evakuasi, pengelolaan logistik, pendirian dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat kondisi darurat.
Selain Untuk Meningkatkan Kapasitas Masyarakat Siaga Bencana, Masyarakat yang telah dilatih ini juga mampu mengelola lumbung sosial dan memungkinkan mendistribusikan bantuan secara mandiri ketika akses bantuan dari luar terhambat akibat bencana.
Pembentukan KSB tahap pertqma ini akan digelar di Kota Langsa (7–12 Juni 2026), Aceh Timur (13–18 Juni 2026), Aceh Utara (19–24 Juni 2026), Pidie Jaya (25–30 Juni 2026), dan Kabupaten Pidie (1–6 Juli 2026).
Melalui program ini, Kemensos RI berharap masyarakat Aceh semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi bencana sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan secara optimal.
(Bukhari)




