Banda Aceh, Aceh – Mitrapolri.com |
TTI bongkar dugaan praktik “Mafia Katalog” pada pengadaan barang Dinas Pendidikan Aceh tahun 2026, Data realisasi menunjukkan 230 paket senilai Rp194 Miliar untuk 42 perusahaan yang telah dikondisikan.
TTI sebut ini Mafia Katalog, karena polanya jelas: Specknya dikosongkan, Perusahaannya ditunjuk, harga tidak bisa dicek publik. Siswa Aceh dikadalin, Perusahaan luar Aceh pesta pora.
Transparansi Tender Indonesia (TTI) menemukan data realisasi pengadaan barang pada Dinas Pendidikan Aceh Tahun Anggaran 2026 sebanyak 230 paket yang dikerjakan oleh 42 Perusahaan yang umumnya beralamat diluar Aceh.
TTI dibantu oleh sistem Artificial Inteligence (AI) menemukan transaksi mencurigakan Red Flag pada penunjukan calon penyedia barang melalui sistem Epurchasing. Pada umum nya pengadaan Barang di Dinas Pendidikan Aceh dilakukan dengan cara Ekatalog.
Seluruh paket yang diumumkan pada Sistem Rencana Umum Pekerjaan SiRUP dibuat tertutup dengan sengaja tidak mengisi keterangan spesifikasi tekhnis dan berapa jumlah barang yang dibutuhkan, KPA atau PPTK sengaja mengosongkan isian keterangan spek barang sehingga publik tidak dapat menilai secara pasti apakah harga barang yang ditawarkan sudah sesuai spek tekhnis atau kewajaran harga.
Secara sistem padahal sangat mudah menilai paket pengadaan yang dibutuhkan termasuk penggelembungan harga atau lebih dikenal MarkUP. Dengan tekhnologi AI publik sangat mudah mendeteksi transaksi yang mencurigakan dalam hitungan detik.
Sebagai contoh misalnya ingin tahu berapa paket yang sudah masuk realisasi siapa saja penyedia barang, berapa nilai kontrak masing masing, berapa paket yang sudah dimenangkan semua dapat diketahui dalam hitungan detik.
TTI menemukan beberapa transaksi mencurigakan yang dicari secara acak misalnya pengadaan mobiler di 3 Kabupaten yaitu Pengadaan Mobiler di Kabupaten Aceh Utara Rp5 Miliar, Aceh Selatan Rp2,049 Miliar dan Aceh besar Rp4 Miliar jika ditotal Rp11,049 Miliar, ketiga paket tersebut diupload dalam waktu dan menit yang sama yaitu tanggal 31 maret 2026 pukul 16 : 02 : 06.
Jika diteliti satu persatu penyedia yang ditunjuk diduga masuk katagori Red Flag, untuk itu TTI meminta APIP Aceh melakukan Probity Audit sebagai tidakan preventif mencegah kerugian Negara.
- BACA JUGA : LIN Aceh Desak Evaluasi Total DLHK Aceh: Kinerja Lambat dan Indikasi “Barang Titipan” Harus Diusut Tuntas
- BACA JUGA : SK Wali Kota Banda Aceh Tentang Persentase Honor Dewan Pengawas Terindikasi Cacat Hukum
- BACA JUGA : Wali Kota Sabang Dilantik Sebagai Ketua DPD PAN Kota Sabang
Adapun nama nama Perusahaan yang menguasai Pengadaan Barang di Dinas Pendidikan Aceh sebagai berikut :
1. Kreasi Pintar 29 Paket total Rp19.845.746.608.
2. Kerja Kreasi Nusantara 26 paket total Rp19.631.808.288.
3. Metadata Solusi Tekhnologi 8 paket Rp16.392.837.390.
4. Berdikari Siera Tekhnologi 18 paket Rp14.840.559.889.
5. Solusi Kerja Cerdas 11 Paket Rp13.172.965.005
6. Mastex Indo Adi Perkasa 1 paket Rp12.052.619.183
7. Prima Tekno Integra 8 Paket Rp9.454.652.570.
8. Complus Sistem Solusi 18 paket Rp8.609.819.997.
9. Global Sembilan Karya 5 paket Rp7.197.760.102.
10. Generasi Mandiri Tekhnologi 9 paket total Rp6.892.370.024.
11. Multi Karya Berkat 7 paket total Rp6.874.000.000.
12. Sumber Makmur Aksata 2 paket Rp6.791.148.131.
13. Inter Kreasi Adhitama 3 paket Rp3.644.043.491.
14. Bhakti Selaras Indonesia 7 paket Rp3.148.805.391
15. Aroel Jaya 2 Paket Rp3.047.332.950
16. Faras Sinergi Nusantara 8 Paket Rp3.026.706.465.
17. Mayaza Sejahtera Perdana 4 paket Rp3.034.296.000
18. Elife Digital Ecosistem 8 paket Rp2.798.037.457.
19. Multi Primata Megah 3 Paket Rp2.568.540.000
20. Qiara Inovasi Mandiri 8 paket Rp2.394.617.493.
21. Saga Makmur Indonesia 3 Paket Rp1.047.951.000
22. Tuah Ata Kana 3 paket Rp1.792.033.950
23. Halo Indonesia Tekhnologi 5 paket Rp2.281.147.456
24. Asasta Tritama Mandiri 4 paket Rp1.553.722.500.
25. Kreasi Nusantara 2 paket Rp1.996.241.760
26. Atheh Global Nusantara 2 paket
27. Aw Generation 2 paket Rp1.991.824.400
28. Gelenta Jaya 2 paket Rp1.975.800.000
29. Pushindo Karya Utama 2 Paket Rp1.097.571.330
30. Dayoungmeuh 2 paket Rp 1.393.218.720.
31. Ranteng Bek Patah 2 paket Rp1.996.241.760.
32. Raseuki Aneuk Yatim 2 paket Rp1.198.829.970
33. Fahrezi Graha Angkasa 2 Paket Rp.996.312.690
34. On Ranup Pacipic 2 paket Rp1.048.750.200.
35. Pandora Royal Gempita 1 paket Rp858.557.272
36. Samudra jaya 1 paket Rp691.752.000
37. Meugah Karya Konstruksi 1 paket Rp798.014.520.
38. Golden Dunia Utama 2 Paket Rp1.797.340.860
39. Inovasi Digital Tekhnologi 1 Paket Rp280.386.991
40. Cipta Puga Perkasa 2 Paket Rp998.806.927
41. Aceh Karya Madani 1 paket Rp998.120.880
42. Abadi Graha Lestari 1 paket Rp987.900.000.
Diduga seluruh paket pengadaan tersebut dikelola bersama dengan anggota DPRA dan Pimpinan Dewan jika ditotal hampir Rp300 Miliar seluruhnya jika ditambahkan paket yang belum direalisasikan.
sumber : Nasruddin Bahar (Koordinator TTI)




